Pengamat Nilai Naiknya Peringkat Daya Saing Kalbar Imbas Pergantian Kepemimpinan atau Gubernur

Pengamat Ekonomi Untan Prof Eddy Suratman mengatakan saya melihat dari hasil penelitian

Pengamat Nilai Naiknya Peringkat Daya Saing Kalbar Imbas Pergantian Kepemimpinan atau Gubernur
TRIBUNPONTIANAK/YOUTUBE
Komentar Eddy Suratman setelah kalah dalam pemilihan Rektor Untan periode 2019 2023 

Pengamat Nilai Naiknya Peringkat Daya Saing Kalbar Imbas Pergantian Kepemimpinan atau Gubernur

PONTIANAK - Pengamat Ekonomi Untan Prof Eddy Suratman mengatakan saya melihat dari hasil penelitian yang dilakukan pihak luar dalam hal ini adalah Lee Kuan Yew School of Public Polity Asia Competiveness Institute, National University of Singapura, tentang kondisi daya saing provinsi se Indonesia, dalam setahun terakhir ada peningkatan yang cukup baik dari Kalbar.

Secara umum terkait daya saing Kalbar cukup membanggakan, karena terjadi peningkatan peringkat dari 28 pada tahun 2018 lalu dan naik pada posisi 23 tahun ini atau naik sebesar lima peringkat. Itu sangat luar biasa, bisa naik lima peringkat dalam satu tahun.

Kemudian, kalau kita lihat dengan seksama, empat komponen pembentuk dari peringkat itu semuanya mengalami peningkatan. Paling menarik menurut saya adalah kekuatan dari Kalbar itu ada ditingkat efisiensi pemerintahan daerah.

Kalau kita lihat hasil penelitian skor paling besar adalah tingkat efisiensi pemerintah daerah sebesar 1,5. Kemudian kualitas pendidikan membaik.

Baca: DPRD Kota Pontianak Sahkan 6 Raperda Jadi Perda, Pelanggar Perda Tibum Akan Dapat Denda Minimun

Baca: FOTO: Lions Club Pontianak dan Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Bagikan 4000 Masker

Baca: Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Dokter Ludi Sebut Sudah Turunkan Tim

Selain itu, perkembangan dan ekspektasi terhadap pemerintah daerah menurut saya sangat luar biasa.

Jadi adanya perubahan pemerintahan atau pergantian gubernur ternyata skornya langsung tinggi. Artinya ada ekspektasi dan perkembangan Pemda, ada harapan dari publik bahwa Pemda dikelola dengan benar dan baik dengan skor 0,89.

Kemudian masalah infrastruktur naik dua peringkat dari posisi 33 ke 31, lumayan baik tapi kita berharap bisa naik lebih tinggi.

Saya melihat naik dua peringkat ini, karena visi gubernur sekarang mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalbar dengan dua instrumennya, yaitu percepatan pembangunan infrastruktur dan perbaikan tata kelola pemerintahan.

Jadi pada bagian infrastruktur ada harapan bahwa ada percepatan dan saya kira itu memberikan dorongan dua peringkat.

Saya berharap tahun depan, bisa baik beberapa peringkat, mudah-mudahan Kalbar bisa masuk di urutan 25 atau 26 karena setahun ini gubernur sudah memberikan informasi pembangunan Jembatan Sambas Besar, Jembatan Gandeng Kapuas 1, peningkatan air bersih yang bisa dinikmati masyarakat.

Saya berharap pula pada suluruh aparatur pemerintah daerah, khususnya pimpinan organisasi perangkat daerah atau eselon II, membaca hasil penelitian ini.

Kemudian harus dianalisa dan dicermati satu persatu poin-poin yang menjadi kekuatan maupun kelemahan Kalbar. Dalam penelitian itu, dijelaskan ada belasan poin yang menjadi kelemahan Kalbar.

Disi kekuatan, saya berharap Kepala OPD mempertahankan, kalau bisa meningkatkan perbaikan yang ada.

Sedangkan disisi kelemahan buatlah program yang bisa memperbaiki keadaan, sehingga tidak lagi menjadi kelemahan ditahun berikutnya, justru menjadi kekuatan.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved