DPRD Kota Pontianak Sahkan Perda Tibum, Ini Komentar Pengamat Kebijakan Publik Untan

Berkaitan dengan pengesahan perda tibum yang mencantumkan denda minimum bagi pelanggar perda tibum Pengamat Kebijakan Publik

DPRD Kota Pontianak Sahkan Perda Tibum, Ini Komentar Pengamat Kebijakan Publik Untan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pengamat Kebijakan Publik, Dr Erdi Abidin. 

DPRD Kota Pontianak Sahkan Perda Tibum, Ini Komentar Pengamat Kebijakan Publik Untan

PONTIANAK - Berkaitan dengan pengesahan perda tibum yang mencantumkan denda minimum bagi pelanggar perda tibum Pengamat Kebijakan Publik Untan Pontianak Erdi Abidin memberikan tanggapannya yang positif.

Kendati belum membaca revisi isi perda yang baru tersebut. Akan tetapi dirinya sudah lama mendengar rencana wali Kota Pontianak yang ingin merevisi perda tersebut terutama menyikapi permainan layangan bertali kawat dan bergelas kaca.

"Saat menjadi nara sumber terkait stop korban kelayangan, pak wali bersama anggota Dewan Firdaus Jar'in waktu itu berjanji dan dengan revisi perda tibum ini, berarti pak wali komit dengan apa yang sudah diucapkannya," ujarnya kepada Tribun, Jumat (9/8/2019)

Ia menilai selama ini penertiban perda memang tidak efektif sehingga permainan layangan yang masuk ke dalam pengaturan perda tidak dapat ditertibkan apakan lagi dapat dihentikan.

Baca: Udara Kota Pontianak Semakin Tercemar Asap Karhulta, Satu Alat Terpasang Cek Kualitas Udara

Baca: LINK LIVE Streaming Mola TV Liverpool Vs Norwich City, Laga Pembuka Liga Inggris Malam Ini Jam 01.00

Baca: VIDEO: Pernyataan Sutarmidji Terkait Pembangunan Tol Supadio-Singkawang yang Dilirik Malaysia

Salah satu sebabnya karena sanksi yang sangat kecil; sementara hakim pun tak bisa menjatuhkan sanksi berat karena tidak diatur di dalam acara pidana.

"Ketika perda telah mengatur dan menetapkan besaran sanksi, maka hakim dapat merujuknya dan langsung menjatuhkan vonis sesuai ketentuan perda," ujarnya.

Menurutnya dengan revisi perda tibum tersebut diharapkan frekuensi pelanggaran atas perda dapat semakin berkurang karena warga takut akan sanksi yang telah dibesarkan itu.

Untuk kasus tertentu seperti perda tibum permainan kelayangan dan juga tertib di jalan raya, kita belom mampu move on menuju kesadaran. Pengalaman membuktikan, sadar di dalam permainan kelayangan terjadi setelah ada musibah dan dari musibah itu mereka belajar sementara mereka yang aman-aman saja, tetap konsisten dalam hobi yang telah membuat jatuhnya banyak korban.

"Semoga aja revisi perda ini efektif," harapnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved