Udara Kota Pontianak Semakin Tercemar Asap Karhulta, Satu Alat Terpasang Cek Kualitas Udara

Alat ukur kualitas udara di Kota Pontianak hanya tersisa satu yang masih berfungsi, yakni di Pontianak Tenggara.

Udara Kota Pontianak Semakin Tercemar Asap Karhulta, Satu Alat Terpasang Cek Kualitas Udara
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Rizki Fadriani
Kondisi cuaca di Kota Pontianak Jalan Ahmad Yani 

Udara Kota Pontianak Semakin Tercemar Asap Karhulta, Satu Alat Terpasang Cek Kualitas Udara

PONTIANAK - Alat ukur kualitas udara di Kota Pontianak hanya tersisa satu yang masih berfungsi, yakni di Pontianak Tenggara. Hal ini disebabkan karena alat pengukur tersebut sangat sensitif.

Ketika ditemui di kantornya, Jumat (9/8). Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar menginformasikan kepada Tribun bahwa alat ukur kualitas udara tersebut berada di Kantor Camat Pontianak Tenggara.

Pemilihan lokasi peletakan alat ukur di Pontianak Tenggara bukan tanpa alasan. Pontianak Tenggara dipilih karena berada dekat dengan titk-titik Hot Spot kebakaran.

"Alat ini merupakan bantuan dari Kementrian, dan mereka telah melakukan riset dan mengecek lokasi mana yang cocok dipasang alat tersebut," ungkapnya.

Alat tersebut sudah otomatis mengirimkan data kualitas udara dalam radius 5 Km secara online, bahkan dapat langsung tersambung ke Kementrian di Jakarta. Namun, DLH tetap melakukan pengecekan alat kualitas udara tersebut selama dua hari sekali dan jika terjadi masalah makan tim dari DLH akan turun ke lapangan langsung untuk mengecek.

Baca: LINK LIVE Streaming Mola TV Liverpool Vs Norwich City, Laga Pembuka Liga Inggris Malam Ini Jam 01.00

Baca: Idul Adha 1440 H, Panitia Kurban Masjid Al-falah Akan Potong 7 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing

"Skala pengecekan itu dari jam tiga ke jam tiga lagi. Hasil pengecekan efektif berubah di jam tiga," ungkapnya.

Untuk mendapatkan alat ukur kualitas udara dari kementrian, Pontianak harus terlebih dahulu memenuhi beberapa kriteria, satu di antaranya adalah Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP). Namun, hingga saat ini di Kota Pontianak masih belum terpenuhi.

"Kita baru melakukan EKUP di tahun 2019, sedangkan kementrian minta yang tahun 2018. Dan di tahun 2018 karena kita baru bergabung jadi tidak ada EKUP nya," imbuhnya.

Sebelumnya Kota Pontianak telah memiliki tiga alat ukur yang di letakkan di Kantor Gubenernur, Kantor Camat Pontianak Barat, dan Kantor Camat Pontianak Tenggara. Namun, dua alat sebelumnya telah mati dan tidak berfungsi lagi, hanya di Kantor Camat Pontianak Tenggara lah yang masih berfungsi saat ini.
Hal ini dikarenakan alat yang sangat sensitif.

Tinorma juga menambahkan jika perangkat outdoor penampil kualitas udara yang berada di Jalan Ahmad Yani sangatlah rawan kerusakan, seperti terkena puting beliung alat tersebut dapat langsung rusak. Pihaknya telah melaporkan kerusakan tersebut dan pekan depan akan dilakukan perbaikan. (Rizki Fadriani)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved