Diduga Jadi Korban Travel Aplikasi Bodong, Warga Kaget Tagihan Bank

Adik sepupu saya juga ikut, tapi karena datanya gagal terverifikasi, dia tidak dapat uang itu,

Diduga Jadi Korban Travel Aplikasi Bodong, Warga Kaget Tagihan Bank
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Sekitar 50 warga di RT 01 RW 10 Jl. Kom Yos Sudarso Gang Alpokat Indah 5 Kelurhan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat, merasa menjadi korban penipuan, oleh oknum yang mengatasnamakan sebuah aplikasi travel perjalanan.¬†Warga kemudian berkumpul di rumah ketua RT yakni M. Yohanes untuk mengadukan hal tersebut, Rabu (10/7) malam. Kedatangan warga kermuah ketua RT tersebut untuk melaporkan atau mencari solusi atas peristiwa yang dialami oleh warga.¬† 

Tak sampai di situ, dirinya juga diminta untuk mengumpulkan 10 orang lainnya. Dan dibawa ke suatu rumah di Jalan Karet. Di sana mereka satu persatu didata dan diinput datanya dalam web travel online. "Setelah dikumpukan KTP, difoto dan didata, maka diakses. Kalau terkonfirmasi maka data tersebut berhasil. Kami diberi Rp 100 ribu," jelasnya.

Ketua RT 01 RW 18 Gang Alpokat Indah 5, Muhammad Yohanes, menuturkan ada sekitar 60 orang warganya yang menjadi korban dugaan penipuan pemalsuan dokumen. Warganya tersebut merasa kaget dan bingung karena harus menanggung beban tagihan dari bank per bulan sebesar Rp 8 juta.

Yohanes mengaku, bahwa dirinya tidak mengetahui perihal tersebut sebelum warga datang ke rumahnya untuk melaporkan atau meminta solusi kepada dirinya. "Jadi laporan dari warga ini mereka merasa tertipu, ada sekitar 60 orang. Sudah kita mediasi, kita akan ke OJK dan juga akan melaporkan ke pihak kepolisian.

Sebagian dari warga ini sudah mengecek ke OJK, dan mereka meragukan data yang dikeluarkan OJK, karena tidak sesuai dengan data yang di KTP, nama sama tapi profesi dan alamat beda," sambungnya.

Ia juga mengatakan, para warganya ini mendapat tagihan dari bank sejumlah Rp 8 juta, akan tetapi mereka merasa tidak pernah melakukan pinjaman ke bank.

"Ada beberapa orang yang sudah melapor ke OJK. Dari data itu mereka mendapat tagihan dari bank yang berbeda-beda, ada yang dari Bank Sinarmas juga," katanya.

Untuk itu, ia akan membawa kasus ini ke jalur hukum. Karena sejumlah warganya ini merasa menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan aplikasi travel perjalanan online.

Traveloka Membantah
Terkait adanya kasus penipuan pemalsuan dokumen milik puluhan warga Pontianak Barat, oleh oknum yang mengatasnamakan aplikasi travel online Traveloka, PR Specialist Traveloka, Citra Putri, menegaskan pihaknya tidak sedang melakukan promo seperti yang diberitakan.

"Saya sudah membaca tentang berita tersebut. Jadi kami mengatakan dengan tegas bahwa ini adalah modus penipuan mengatasnamakan Traveloka. Kami tidak punya program seperti itu," ujarnya saat dikonfirmasi Tribun via telepon.

Dihubungi terpisah Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat, M Riezky F Purnomo, mengatakan harusnya korban langsung melaporkan ke kepolisian.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved