Suprobowati : Anggaran Rehabilitasi Tahanan Sangat Minim

Coba jika 1114 orang itu direhab, keluar dari tahanan untuk jalani rehab, over capasitas bisa ditangani

Suprobowati : Anggaran Rehabilitasi Tahanan Sangat Minim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar saat memberikan sambutan pada kegiatan coffee morning di aula Kanwil Kemenkumham, Kamis (11/7/2019). 

Suprobowati : Anggaran Rehabilitasi Tahanan Sangat Minim

PONTIANAK - Kepala Divisi Pemasyarakatan Lapas Kelas II A Pontianak, Suprobowati berterima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kepada awak media yang sudah bekerjasama memberikan masukan-masukan kepada pihaknya, terutama terkait dengan pelayanan publik. 

Namun, kata dia peningkatan pelayanan publik juga harus didukung dengan adanya kapasitas infrastruktur. Misalnya saja mengenai daya tampung tahanan. 

"Untuk di Kalbar sendiri, jumlah penghuni lapas sudah mencapai 5437 orang yang mana 2351 di antaranya adalah narapidana kasus narkoba. Sementara untuk kategori pengguna mencapai 1114 orang," ujar Suprobowati saat menghadiri coffee morning di aula Kanwil Kemenkumham Kalbar, Kamis (11/7).

Angka ini, kata dia, pada dasarnya tidak sesuai dengan jumlah anggaran yang disediakan negara dalam merahabilitasi para tahanan. Di mana pada 2019 saja, anggaran rehabilitasi hanya dianggarkan untuk 10 orang. 

Baca: Peringati HUT Bhayangkara, Kapolres Sanggau Berikan Reward Kepada Tokoh Masyarakat

Baca: Bangkitkan Semangat Gotong-royong di Masyarakat Melalui BBGRM ke-XVI Sintang

"Ini tidak sampai satu persen dari jumlah para tahanan. Makanya, sisanya itu kami kadang kami minta bantu kepada lembaga-lembaga lain untuk merehabnya," tambah , Suprobowati.

Dirinya mengatakan, jika seandainya jumlah para tahanan berstatus pengguna narkoba ini bisa direhabilitasi maka sudah tentu over capasitas di rumah tahanan bisa diminimalisir. 

"Coba jika 1114 orang itu direhab, keluar dari tahanan untuk jalani rehab, over capasitas bisa ditangani," jelasnya.  

Namun ia merasa heran mengapa di Kalbar belum pernah ada putusan dari hakim atau jaksa untuk merehab para napi narkoba ini.

Padahal melalui putusan itu juga semestinya akan berpengaruh pada muatan yang akan ditampung oleh lapas dan rutan. 

"Misalnya pengguna, kalau diputuskan rehab, otomatis bisa mengurangi kapasitas lapas. Ini adalah suatu masalah. Saya belum pernah mendengar ada putusan dari jaksa atau hakim untuk merehab para narapidana kasus narkoba. Belum pernah ada satupun putusan rehab," pungkasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved