RPJMD Kota Pontianak Disahkan, Target APBD hingga Rp 2,2 T

Setelah melalui pembahasan alot bersama pakar, eksekutif, dan legislatif akhirnya draf pedoman pembangunan lima tahun kedepan ini disahkan.

Penulis: Syahroni | Editor: Didit Widodo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyerahkan berkas tanggapan akhir Raperda RPJMD 2020-2024 pada Wakil DPRD Kota Pontianak, Heri Mustamin. 

Kemudian Heri Mustamin, menjelaskan dalam RPJMD terkait pelayanan kesehatan juga harus diperhatikan dan ditingkatkan. Sebagai ibukota provinsi, Kota Pontianak memiliki kegiatan perdagangan dan jasa. Hal itu bagian upaya untuk mendorong investasi yang baik, maka sektor kesehatan menjadi penting untuk di perhatikan.

"Sektor kesehatan tidak hanya sehat jasman, akan tetapi sehat lingkungan juga menjadi perhatian. Kesehatan lingkungan juga akan berpengaruh pada kesehatan jasmani. Yang tidak kalah penting adalah harus ada inovasi dibidang kesehatan," ucapnya memberikan saran pada Pemkot Pontianak.

Bagaimana Puskemas yang ada mampu memberikan pelayanan yang baik. Oleh karena itu puskesmas diharapkannya harus memiliki pelayanan dasar yang baik dan mampu memberikan pelayanan media, prima bahkan harus bisa paripurna.

Persoalan lainnya yang jharus mendapatkan perhatian adalah kesejahteraan masyarakat. Angka pengangguran dan kemiskinan di Kota Pontianak masih cukup besar.

"Oleh karena itu perdagangan harus menjadi hal yang pokok. Perdagangan bukan hanya sekedar orang disuruh berdagang di pasar tradisional tapi lebih luas lagi bagaimana mendorong masyarakat supaya bisa berwawasan membangun ekonominya," tambahny.

Pemerintah harus mendorong usaha masyarakat bisa lebih meningkat dan diberikan pembinaan serta modal kerja pada pelaku UMKM.

"Kita inginkan harus ada inovasi baru, karena Kota Pontianak sebagai ibukota provinsi bukan hanya sekedar bicara persoalan sendiri tapi Kota Pontianak harus menggambarkan Provinsi Kalbar.

Soal indeks pembangunan manusia jika Kota Pontianak dibandingkan dengan Kabupaten Kapuas Hulu tidak akan seimbang akan tetapi bagaimana jika dibandingkan dengan Kota lain diluar Kalbar.

Menurutnya me mang awalnya sempat pesimis dengan konsep RPJMD yang diajukan oleh Pemkot Pontianak, tapi seletah dibahas ada perubahan. "Pemerintah Kota kesannya masih tiduran, kita ingin peningkatan PAD yang konsepnya 3,5 persen namun setelah pembahasan menjadi 4,5 sampai 5 persen peningkatan PAD," tambahnya.

Persoalan Kota Pontianak kedepan menjadi sangat kompleks. Angka pengangguran harus selalu ditekan. Kemudian Heri menegaskan konsep smart city jangan hanya berbicara membangun spot tertentu. Akan tetapi juga harus berbicara persoalan bagaimana lingkungan agar penggunaan IT menjadi tepat guna.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved