Razia Intensif Musim Mudik Lebaran, Tiga Sopir Kontainer Nyabu
Ditegaskan Salbiah, kondisi sopir memang harus benar-benar sehat saat membawa kendaraan, termasuk terhindar dari pengaruh zat-zat terlarang.
Razia Intensif Musim Mudik Lebaran, Tiga Sopir Kontainer Nyabu
PONTIANAK - Tiga sopir kontainer ditemukan positif menggunakan narkotika jenis sabu dalam razia tim gabungan yang intensif dilakukan pada musim mudik lebaran Idulfitri 1440 H/2019 M ini.
Kepastian ketiganya nyabu setelah tes urine yang dilakukan dalam razia, di depan Taman Alun-alun Kapuas, Jl Rahadi Usman, Pontianak, Kamis (30/5/2019) pagi.
Razia tim gabungan ini melibatkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pontianak, Dinas Perhubungan (Dishub) Pontianak, serta Jasa Raharja.
Selain menyasar fisik kendaraan maupun surat menyuratnya, yang menjadi atensi besar dalam razia, kesiapan sopir.
"Kita bersama Dishub dan Jasaraharja melakukan kegiatan razia dalam momentum pengamanan lebaran Idulfitri. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi kendaraan sampai sopirnya," jelas Kasatlantas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah.
Baca: Terjaring Razia Dishub dan Satlantas Polresta Pontianak, AM Akui Pakai Sabu Salah
Baca: Terjaring Razia Tim Gabungan, Tiga Supir Kontainer Positif Narkoba
Ditegaskan Salbiah, kondisi sopir memang harus benar-benar sehat saat membawa kendaraan, termasuk terhindar dari pengaruh zat-zat terlarang.
Apalagi, diungkapkan sejumlah kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) disebabkan faktor sopir yang ketahuan nyabu.
"Beberapa waktu yang lalu ada informasi yang diterima dari personel yang ada di Sungai Pinyuh bahwa Lakalantas yang terjadi di Trans Kalimantan itu, karena sebelum berangkat mereka (sopir-red), terlebih dahulu nyabu, di Sungai Pinyuh," ungkap Salbiah.
"Kebetulan dari sejumlah kendaraan dan sopir yang diperiksa terdapat tiga sopir kontainer positif narkoba setelah dilakukan tes urine," tambahnya.
Karena tidak ditemukan barang bukti (BB) sabu, maka ketiga sopir dilakukan asessmen oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Namun, pihaknya tak akan tinggal diam dengan memanggil perusahaan tempat sopir bekerja.
“Yang bersangkutan dalam waktu sementara jangan diberikan kendaraan lagi atau tidak menyopir,” tegasnya.
Alasannya, sangat berbahya baik bagi sang sopir maupun orang lain. Apalagi, di musim mudik lebaran, intensitas kendaraan di jalan lebih tinggi sehingga rawan Lakalantas.
Kemudian, sopir kontainer ini membawa barang-barang yang besar dan berat sehingga sangat fatal jika terjadi Lakalantas mulai luka berat hingga meninggal dunia.