Ketua Himpunan Ahli Konstruksi: Jembatan Kapuas II Bisa Ambruk
Ia menjelaskan bahwa bagian ikatan angin yang ditabrak oleh muatan truk ini berfungsi untuk menjaga stabilitas sebuah jembatan jenis rangka.
Penulis: Ferryanto | Editor: Ishak
Ketua Himpunan Ahli Konstruksi: Jembatan Kapuas II Bisa Ambruk Bila Tak Ada Pembatasan Beban Kendaraan
PONTIANAK - Konstruksi Jembatan Kapuas II yang terletak di Kabupaten Kubu Raya terganggu akibat diseruduk muatan dari Truk kontainer yang membawa sebuah mesin besar di belakangnya dini hari tadi, Jumat (31/5/2019).
Diketahui bahwa truk tersebut hendak mengantar mesin besar itu ke sebuah perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Mempawah.
Akibat dari insiden ini tersebut, rangka jembatan bagian atas yang disebut ikatan angin atau kapstan mengalami kerusakan.
Sempat melihat kondisi jembatan Kapuas 2, Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia Kalbar, Ir. Herman Syafar mengatakan bahwa kondisi jembatan Kapuas II berbahaya bila tidak segera ditangani.
Baca: 13 Ikatan Angin Jembatan Kapuas II Rusak, BPJN Wilayah XX Pontianak Akan Lakukan Analisa
Baca: Kepala BPJN Wilayah XX Potianak Komentari Robohnya Rangka Angin Jembatan Kapuas II
Ia menjelaskan bahwa bagian ikatan angin yang ditabrak oleh muatan truk ini berfungsi untuk menjaga stabilitas sebuah jembatan jenis rangka.
"Yang ketabrak itukan ikatan angin di atas, ikatan angin di atas itu penting untuk menjaga stabilitas rangka batang utamanya," ungkapnya, Jumat (31/5/2019).
"Kami sarankan karena sebagian besar rangka jembatan bagian atas ikatan anginnya sudah pada rusak, jadi sebaiknya beban lewat itu dibatasi. Karena itu untuk menjaga stabilitas," sambungnya .
Herman menekankan untuk Kendaraan dengan ukuran 40 Feat harus tidak boleh lewat sama sekali di Jembatan Kapuas II.
Baca: Dishub Bakal Keluarkan Larangan Kontainer Ukuran 40 Feat Lewat Jembatan Kapuas II
Baca: Jembatan Kapuas II Ditabrak Tronton, Gubernur Sutarmidji Meradang dan Ultimatum Perusahaan
"Mestinya tronton yang 40 Feat sama sekali ndak boleh lewat, tapi yang 20 feat kebawah lewatnya ndak boleh konvoi. Satu - satu, jangan lewat ramai - ramai, kalau kijang, sedan motor, silahkanlah, ndak masalah,"tegasnya.
Bila tidak dilakukan pembatasan kendaraan yang melalui jembatan, Herman mengatakan kemungkinan terburuk yakni jembatan Kapuas 2 bisa ambruk.
"Bisa ambruk kalau bebannya dilewati, karena batang atas kan nekan, bisa tertekuk barang itu, tertekuk bubar barang itu, rangka batangnya,"ungkapnya.
Agar tidak terjadi hal - hal yang lebih mengerikan dan tidak diinginkan, ia menyarankan agar bagian yang rusak segera diganti.
"Ini harus segera di ganti, tapi inikan lagi musim lebaran, pabrik kan tutup, mungkin tanggal lepas 10 baru bisa order barang itu, untuk gantinya,"kata Herman.
Ia mengungkapkan bila bahan yang dibutuhkan sudah tersedia maka untuk proses pengerjaan sendiri tidak dibutuhkan waktu yang lama.