Temuan Mayat Wanita Mengapung di Parit, Sidik Jari Jadi Kunci Pengungkapan Identitas

Warga Kota Pontianak pada Kamis (23/5/2019) kemarin dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat wanita yang mengapung di parit

Temuan Mayat Wanita Mengapung di Parit, Sidik Jari Jadi Kunci Pengungkapan Identitas
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sidik Jari 

Temuan Mayat Wanita Mengapung di Parit, Sidik Jari Jadi Kunci Pengungkapan Identitas

PONTIANAK - Warga Kota Pontianak pada Kamis (23/5/2019) kemarin dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat wanita yang mengapung di parit jalan merdeka dalam keadaan telungkup.

Mengetahui adanya laporan penemuan mayat, pihak kepolisian pun segera melakukan evakuasi dan identifikasi terhadap mayat tersebut.

Setelah dilakukan pengumpulan informasi dengan berbagai sumber dan metode akhirnya identitas dari mayat tersebut pun terkuak.

Diketahui belakangan wanita tersebut Lili Wati (28) warga jalan AR Hakim Dalam, Keluarahan Darat Skip, Kecamatan Pontianak Kota, dan pihak keluarga yang ditemui Tribun di kamar jenazah RS Soedarso pun membenarkan akan identitas dari mayat tersebut.

Terkait pengungkapakan identitas mayat tersebut, ada hal yang menarik pada prosesnya.

Baca: Update 20:56 WIB, 6 Parpol di Kalbar Ini Ajukan Sengketa ke MK

Baca: Antusiasme Masyarakat Terhadap Lomba Tarian Tradisional

Baca: Pokja Sayangkan Ada ASN Yang Terlibat Politik Praktis di Sambas

Pada pengungkapan identitas mayat tersebut, pihak kepolisian pertama - tama melakukan pemindaian sidik jari dari mayat yang ditemukan dengan menggunakan mesin Henheld dan INAFIS portable system.

Dengan kedua alat yang ada sidik jari mayat akan langsung di cocokan dengan data warga masyarakat yang terdaftar di data base Kepolisian.

"proses identifikasi sendiri awalnya menggunakan mesin pemindai Sidik Jari, yang mana alat tersebut dapat memindai sidik jari dari orang kemudian mencocokan dengan data base dari Kepolisian," terang anggota tim Inavis Polresta Pontianak Bripka Agung Utomo kepada Tribun. Jumat (24/5/2019).

Selanjutnya, Bripka Agung mengungkapkan untuk proses pengambilan sidik jari dari mayat, perlu perlakuan khusus.

"Untuk Jari korban diambil manual dengan menggunakan tinta daktiloskopi, namun sebelumnya jari korban harus dilakukan perlakuan khusus sebelum diambil dengan menggunakan tinta karena khusus untuk jari korban tenggelam ini sudah mengkerut akibat teredandam air,"ujarnya.

Setelah mendapatkan data, petugas harus kembali mengecek dilapangan kebenaran data secara manual

"Setelah itu hasil langsung keluar, nama identitas dari pemilik, namun harus di cek lagi kebenaran datanya secara manual. Alat atau aplikasi hanya membantu mempercepat cara kerja saja namun untuk kepastian harus dilakukan manual,"jelasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved