Sutarmidji Ungkap Masalah Perkebunan, Pertambangan Hingga Pembelian Aset Atas Nama Pribadi

"Namun yang paling penting saya ingin sampaikan, bagaimana kita menggunakan aset untuk peningkatan PAD," ujar Midji

Penulis: Syahroni | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anesh Viduka
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan arahannya saat membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XXIII provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 di kantor BPSDM provinsi Kalimantan Barat, Pontianak, Selasa (12/3/2019). Diklat Kepemimpinan ini diikuti 40 peserta dan berlangsung sejak 12 Maret sampai 5 Juli 2019. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

"Ini Harus menjadi perhatian kita, percuma saja kita mendapat lebel penghasil CPO terbesar kedua, ditambah lagi bouksit dan konsesi pertambangan di Kalbar ada 262 tapi yang melakukan reklamasi cuma dua. Nah nanti akibat dari lingkungannya kita yang tanggung dan kita tidak dapat apa-apa," ujarnya.

Pendapatan yang didapatkan daerah tingkat dua dari seluruh konsesi pertambangan disebut Midji hanya Rp170 miliar. Sentara bouksit yang diekspor dengan konsesi 12 juta ton dikali harga 40 dolar per ton maka luar biasa tapi Kalbar tidak dapat apa-apa. kemudian tidak ada media kontrol sehingga tidak tahu berapa sebenarnya yang diekspor.

Kemudian ia menegaskan akan menertertibkan BUMD lantaran pengurus membeli aset atas nama pribadi, bukan atas nama perusahaan.

"BUMD membeli aset atas nama pribadi,
saya minta dibalikan lagi atas nama perusahaan," ujar Midji dengan tegas.

Secara gamblang ia menyebutkan banyak aset dibeli atas nama direksi bukan atas nama perusahaan, sehingga ia akan menertibkan hal tersebut.

"Karena banyak aset dibeli atas nama direksi, Maka itu akan sulit dikelola setelah direksinya berganti. Itu harus dikembalikan atas nama perusahaan," pungkasnya dihadapan Basaria Panjaitan.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved