Dituding Terlalu Dini Simpulkan, Ini Cuitan Lengkap Mahfud MD Soal Retas Said Didu & Dahlan Iskan
"Siapa yg menyimpulkan? Coba baca! Malah kalau di cuitan saya ada 3 kemungkinan, bkn hanya satu dan bukan kesimpulan," tulis Mahfud MD.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
"Sy sdh tidur ketika jam 01.23 WIB td pg Said Didu kirim WA ke sy, memberitahu dan meminta sy ngumumkan bhw Akun Twitternya @saididu di-hack dan dikendalikan org lain.
Stlh sy LHT akunnya memang benar berisi hal2 yg tak mungkin dicuitkan oleh Pak Said, yi, serangan brutal thd UAS," tulisnya.
Tak hanya akun Twitter Said Didu, Mahfud MD juga mendapat kabar lain tentang akun Dahlan Iskan yang dibajak tapi sudah normal kembali.
"Berita lain, akun Pak Dahlan Iskan jg dibajak tp skrg sdh normal lagi. Namun followernya yg 2,2 juta hilang. Sy blm mengonfirmasi kpd Pak Dahlan ttg musibah ini. Sungguh disayangkan, terjadinya hack thd akun dua orang yg selalu berbicara blak2an, lepas dari soal kita setuju/tdk." cuit Mahfud MD.
"Terlepas dari soal kita setuju atau tak setuju pd isinya, akun @saididu dan @iskan_dahIan adl akun yg jelas menunjukkan jatidirinya. Tp kita jgn buru2 menjadge bhw pembajaknya dari kelompok paslon Capres/Wapres tertentu. Bs jd ini adl pembajak yg ingin mengadu domba," lanjut Mahfud MD.
Ia juga menerangkan alasan Said Didu tak bisa mengumumkan sendiri soal peretasan akunnya karena akun dan password sudah dicuri.
"Pak Said Didu Meminta tolong kpd saya dan kpd yg lain utk mengumumkan hack itu ya wajar.
Mengapa? Karena dia sdh tidak bisa mengumumkan sendiri, akunnya dicuri dgn passwordnya.
Soal dia mau lapor ke Polisi tentu tak bs minta tolong ke saya.
Dia tahu bhw dia melapor sendiri," cuit Mahfud.
Pada cuitan-cuitan selanjutnya, Mahfud pun dengan tegas menyebutkan pelaku merupakan orang yang sengaja mengadu domba.
Ia pun berharap memasuki masa tenang Pilpres 2019 ini, tidak ada imbas buruk pasca-diretasnya akun Said.
"Sy tak tahu siapa pelakunya. Mungkin juga pengadu domba. Nanti Polisi bs membongkar. Kita endapkan dulu, 3 hari lagi sdh Pilpres," tulisnya.
Dalam cuitan selanjutnya, Mahfud kembali menegaskan dirinya tidak bisa memberi kesimpulan dari kasus ini, namun secara teoritis ada tiga kemungkinan.
"Sy tak bs kasi kesimpulan sebab scr teoretis ada 3 kemungkinan pelaku, antara lain, pelakunya bkn pendukung paslon 01 ataupun 02 tp pihak pengacau dan pengadu domba. Polisilah yg nanti nanti hrs mengungkapnya jika Pak Said Didu melapor.