Dituding Terlalu Dini Simpulkan, Ini Cuitan Lengkap Mahfud MD Soal Retas Said Didu & Dahlan Iskan
"Siapa yg menyimpulkan? Coba baca! Malah kalau di cuitan saya ada 3 kemungkinan, bkn hanya satu dan bukan kesimpulan," tulis Mahfud MD.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
Dituding Terlalu Dini Simpulkan, Ini Cuitan Lengkap Mahfud MD Soal Retas Said Didu & Dahlan Iskan
Mahfud MD adalah akademisi, politisi dan hakim asal Indonesia. Pria kelahiran Sampang, Madura, Provinsi Jawa Timur pada 13 Mei 1957 silam itu pernah mengemban jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013.
Mahfud MD juga pernah jadi Hakim Konstitusi periode 2008-2013. Mahfud MD meraih gelar Doktor dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1993 .
Ia juga pernah menduduki posisi strategis di Kabinet Persatuan Nasional saat masa pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden RI KH Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri.
Sebelum diangkat sebagai Menteri, Mahfud MD adalah pengajar dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Baca: Mahfud MD: Pelaku Fitnah Ustadz Abdul Somad Ada 3 Kemungkinan, Harus Diburu untuk Dipidanakan
Baca: VIDEO: Mahfud MD Hadiri Silahturahmi dan Apel Kebangsaan dalam Rangka Menuju Pemilu Damai
Suami dari Zaizatun Nihayati ini pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Baru-baru ini, Mahfud MD menanggapi cuitan dari pemilik akun Twitter @satrianaga.
Hal itu sebagai jawaban atas Akun @satrianaga yang menuding Mahfud MD terlalu dini menyimpulkan peretas akun Twitter Said Didu bukanlah pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01 ataupun 02 melalui cuitan di Twitternya, Minggu (14/4/2019).
"Siapa yg menyimpulkan? Coba baca! Malah kalau di cuitan saya ada 3 kemungkinan, bkn hanya satu dan bukan kesimpulan," tulis Mahfud MD.
Pada cuitan-cuitan sebelumnya, Mahfud MD menduga pelaku yang meretas akun sahabatnya, Muhammad Said Didu adalah pihak pengacau atau pengadu domba.
Mahfud juga menyebutkan tiga kemungkinan soal pelaku peretas akun @saididu.
Meski tak secara pasti mengetahui siapa pelakunya, Mahfud menyebut peretas akun Said Didu bukanlah pendukung paslon nomor urut 01 ataupun 02.
Sebelumnya, Mahfud sempat dimintai tolong oleh Said Didu, agar mengumumkan akun sang sahabat yang diretas oleh seorang oknum.
Setelah menerima pesan singkat melalui WhatsApp, Mahfud kemudian mengecek isi beranda Twitter milik Said Didu.
Baca: Mahfud MD Ajak Jaga Persatuan, Luhut Ajak Saling Trust
Baca: Mahfud MD Minta Tindak Pembuat dan Penyebar Hoaks
Ia pun bisa menyimpulkan bahwa isinya pun diyakini bukan ditulis oleh Said Didu.