Breaking News

Meninggal di Pasar Mawar

Terkuak, Ini Penyebab Kematian Korban pada Kasus di Pasar Mawar Beberapa Waktu Lalu

Iptu M Rezki Rizal mengatakan pada rekonstruksi ini pihaknya menghadirkan langsung 2 tersangka yang berinisal ZK dan DH

Penulis: Ferryanto | Editor: Tri Pandito Wibowo
TRIBUNPONTIANAK/Destriadi Yunas Jumasani
Rekonstruksi penganiayaan hingga menyebabkan korban tewas yang digelar di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (11/3/2019) siang. Dalam tindak pidana yang terjadi di Pasar Mawar beberapa waktu lalu tersebut, korban mengalami penganiayaan dipukul menggunakan helm di bagian kepala. 

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Berikut fakta-fakta yang berhasil dihimpun tribunpontianak.co.id

1. Kronologi Kepolisian

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol M Anwar Nasir mengatakan saat itu ES menghampiri Untung, warga lainnya yang berada di Kompleks Pasar Mawar.

"Korban bertemu dengan kawannya yang bernama Untung. Di situ mereka sempat bertatapan dan bersitegang. ES ini bertanya kenapa kamu lihat-lihat saya," ujarnya.

Kapolres mengungkapkan saat itu ES berusaha memukul Untung namun tidak kena.

"Untung tidak melakukan perlawanan atas hal tersebut," tuturnya,

Kapolres membeberkan sempat ada warga lainnya yang saat itu berada di lokasi berusaha melerai keduanya.

"Korban ini hendak memukul saudara Untung ini namun tidak kena. Saudara Untung tidak melawan bahkan menghindar dan tidak melawan. Kemudian datang satu orang lagi yang bernama Awi berusaha melerai," ungkapnya.

"Pada saat korban ini dipeluk, seperti dipiting dan terjatuh. Setelah korban terjatuh kemudian korban ini tidak bergerak lagi," timpalnya.

Warga pun membawa korban ke rumah sakit namun nyawa korban tidak tertolong.

Kapolres menjelaskan, dari hasil pemeriksaan luar oleh pihak rumah sakit hanya terdapat luka luar di bagian sikut sebelah kanan korban.

Sementara itu tidak ada tanda-tanda kekerasan di bagian tubuh lain.

"Itu bukan penyebab kematian dari korban, sehingga tidak bisa disimpulkan hasil kematian dari visum luar," jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya sempat meminta akan melakukan visum mendalam (autopsi) dan jenazah akan di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Soedarso.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved