Kalbar 24 Jam

Kalbar 24 Jam - Sutarmidji Lantik 3 Kadis, Terduga Teroris, Hingga Facebook Edi Kamtono Diduplikasi

Korban yang dimaksud disini bukan secara langsung atau fisik, tapi berdampak kepada nama baiknya dan jabatannya......

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kolase/Tribunpontianak.co.id
Kalbar 24 Jam - Sutarmidji Lantik 3 Kadis, Terduga Teroris, Hingga Facebook Edi Kamtono Diduplikasi 

Kalbar 24 Jam - Sutarmidji Lantik 3 Kadis, Terduga Teroris, Hingga Facebook Edi Kamtono Diduplikasi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beragam informasi, peristiwa dan kejadian menarik mewarnai Kalimantan Barat (Kalbar) dalam kurun waktu 24 jam terakhir sejak di bulan Maret sejak Senin (11/3/2019).

Nah, apa saja informasi dan peristiwa populer tersebut.

Berikut tribunpontianak.co.id merangkumnya, Selasa (12/3/2019):

1. Lantik Tiga Kepala Dinas di Pemprov Kalbar, Sutarmidji: Saya Tak Mau Dengar Keluhan Tentang Jabatan

Pengambilan sumpah/janji jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dilingkungan pemerintah provinsi Kalimantan Barat, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Senin (11/3/2019). Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji melantik tiga kepala dinas, yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalbar,  HM Aminuddin, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dijabat oleh Ahi MT dan Moses Tabah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalbar
Pengambilan sumpah/janji jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dilingkungan pemerintah provinsi Kalimantan Barat, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Senin (11/3/2019). Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji melantik tiga kepala dinas, yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalbar,  HM Aminuddin, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dijabat oleh Ahi MT dan Moses Tabah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalbar (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Gubernur Kalbar Sutarmidji melantik tiga kepala dinas di lingkungan Pemprov Kalbar.

Proses pelantikan tersebut dilakukan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (11/3/2019).

Tiga kepala dinas yang dilantik, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalbar,  HM Aminuddin.

Selanjutnya Kepala Dinas sebagai Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dijabat oleh Ahi MT.

Baca: FOTO: Sutarmidji Lantik Tiga Kepala Dinas di Lingkungan Pemprov Kalbar

Baca: 10 Jabatan Kadis di Pemprov akan di Lelang, Sutarmidji: Jika ada Keraguan Silahkan Tanya Pansel

Terakhir Moses Tabah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalbar. 

"Dimanapun ditempatkan telah menjadi aturan selaku pejabat negara yang akan menjadi kemajuan Kalbar," ujarnya. 

Sutarmidji menuturkan pihaknnya berkomitmen untuk membangun hingga masa periode jabatan berakhir. 

"Kami serius membenahi Kalbar supaya bukan untuk kita tetapi untuk generasi berikutnya agar hidup bisa nyaman dan sejahtera," ujarnya.BACA SELENGKAPNYA......

2. Wali Kota Edi Kamtono Jadi Korban Kejahatan Siber, Akun Facebook di Duplikasi dan Meminta Uang

Wali Kota Edi Rusdi Kamtono mengaku akun facebook telah di duplikasi oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan sudah melaporkan ke polisi
Wali Kota Edi Rusdi Kamtono mengaku akun facebook telah di duplikasi oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan sudah melaporkan ke polisi (TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA)

Wali Kota PontianakEdi Rusdi Kamtono mengaku menjadi korban aksi kejahatan siber. 

Korban yang dimaksud disini bukan secara langsung atau fisik, tapi berdampak kepada nama baiknya dan jabatannya.

 

Akun Facebook dirinya bernama Edi Rusdi Kamtono telah diduplikasi dan melakukan aktivitas kriminal dengan meminta uang, sumbangan dan lainnya.

Baca: Wali Kota Edi Kamtono Jadi Korban Kejahatan Siber, Akun Facebook di Duplikasi dan Meminta Uang

Baca: RAMALAN ZODIAK Selasa 12 Maret, Taurus Kurang Percaya Diri, Hari yang Indah untuk Romansa Sagitarius

Hal itu disampaikan lewat akun resmi FacebookEdi Rusdi Kamtono

Edi Kamtono menuliskan, 

Assalamualaikum wr wb

Kepada warganet yang saya hormati,

saat ini FB saya telah diduplikasi dan dimanfaatkan

untuk meminta sejumlah uang oleh oknum yg tidak bertanggungjawab

untuk itu saya harapkan warganet tidak menanggapi permintaan oknum tersebut.

Terima kasih.

Postingan ini telah dibagikan sebanyak 99 kali oleh warganet dan mendapatkan respon menyukai.BACA SELENGKAPNYA......

3. Dua Rumah Milik Warga Suhaid Terbakar Terbakar

Kobaran api sedang membakar dua buah rumah miliknya warga Dusun Kampung Baru, Desa Nanga Suhaid Kecamatan Suhaid, Senin (11/3/2019) pukul 01.15 WIB.
Kobaran api sedang membakar dua buah rumah miliknya warga Dusun Kampung Baru, Desa Nanga Suhaid Kecamatan Suhaid, Senin (11/3/2019) pukul 01.15 WIB. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM)

Warga Desa Nanga Suhaid, Kecamatan Suhaid, dihebohkan dengan peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua buah rumah milik warga setempat, Senin (11/3/2019) pukul 01.15 WIB.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP R Siswo Handoyo menyatakan, peristiwa kebakaran rumah di Dusun Kampung Baru, Desa Nanga Suhaid Kecamatan Suhaid  milik warga dengan jumlah rumah yang terbakar sebanyak 2 buah rumah.

"Adapun pemilik rumah yang terbakar tersebut, adalah miliknya Salim dan Boy," ujar Handoyo kepada Tribun via WhatsApp, Senin (11/3/2019).

Sedangkan kronologis kejadian, jelas Kapolres berdasarkan keterangan warga bahwa, api mulai diketahui pertama kali sekitar pukul 01.15 WIB, yang  berasal dari rumah milik saudara Salim.

"Lalu api merembet ke rumah sebelah miliknya Boy, dan langsung memberitahukan warga sekitar, sehingga dengan bersama-sama warga dengan menggunakan bakar pemadam api, berupa mesin Robin membantu memadamkan api tersebut," ucapnya. BACA SELENGKAPNYA......

 4. Kesaksian Kepala Desa soal Sosok Terduga Teroris yang Diamankan Densus 88 di Kubu Raya Kalbar

Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Kubu Raya, Warga Saksikan Densus 88 dan Mobil Penjinak Bom
Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Kubu Raya, Warga Saksikan Densus 88 dan Mobil Penjinak Bom (KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID)

Terduga teroris, SS diamankan tim gabungan Densus 88 dan Polda Kalbar di Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya Kalimantan Barat, Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 15.15 WIB.

Penangkapan SS diduga terkait rencana amaliah perampokan bank di Surabaya guna mencari modal utama untuk melakukan jihad kepada para Thogut.

Terkait penangkapan SS, kepala desa setempat, Musa mengakui ada warganya yang diamankan pihak kepolisian.

Namun demikian, Musa tidak mengetahui kasus warganya tersebut.

"Benar memang ada warga kita yang diamankan, tapi terkait kasusnya teroris saya tidak tahu," kata Musa, Senin (11/3/2019).

Baca: Terduga Teroris di Tangkap di Kubu Raya, Ini Pernyataan Sang Istri

Baca: Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Kalbar, Kerabat dan Kepala Desa Ungkap Sosok SS Sebenarnya

Baca: Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Kubu Raya, Warga Saksikan Densus 88 dan Mobil Penjinak Bom

Musa mengatakan, SS telah tinggal sejak 1987 ini kesehariannya sebagai kuli bangunan.

Bahkan ia mengaku sebelum diamankan ada keinginan menggunakan jasa warganya tersebut.

"Dia inikan ahli ngaci bangunan, jadi kemarin sebelum diamankan itu saya ada niat mau minta tolong dia," katanya.

Menurut Musa, warganya tersebut tidak menunjukan ciri-ciri yang mencurigakan.

Bahkan diakuinya warganya tersebut cukup berbaur dengan masyarakat sekitar. BACA SELENGKAPNYA......

5. 22 Buku 'Melawan Amnesia Publik Rekam Jejak Prabowo Subianto' Masuk IAIN, 2 Orang Tak Dikenal Kabur

Jajaran Komisioner Bawaslu Pontianak menunjukkan 22 buku berjudul
Jajaran Komisioner Bawaslu Pontianak menunjukkan 22 buku berjudul "Melawan Amnesia Publik Rekam Jejak Prabowo Subianto atas Kejahatan Kemanusian, Penculikan dan Kerusuhan Mei 1998" di Kampus IAIN, Jalan Letjend Suprapto Kota Pontianak, Kalbar, Senin (11/03/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA)

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Pontianak mengamankan sebanyak 22 buku berjudul "Melawan Amnesia Publik Rekam Jejak Prabowo Subianto atas Kejahatan Kemanusian, Penculikan dan Kerusuhan Mei 1998" di Kampus IAIN, Jalan Letjend Suprapto Kota Pontianak, Senin (11/03/2019).

Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Kota Pontianak, Isfiansyah mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari laporan masyarakat.

Baca: Gubernur Kalbar Terima Mahasiswa KKN tematik Tahun 2019 Merajut Nusantara II

Baca: Bawaslu Kalbar Telah Petakan Titik Rawan, Sanggau Rawan Tinggi

"Informasi yang kita dapat pihak security mendapat informasi dari mahasiswa adanya penyebaran ini, security mengecek dan mengamankan ini," tuturnya.

Lebih lanjut, menurut Isfiansyah, buku bersampul dominasi warna hitam tersebut tidak ada penerbitnya.

"Buku ini tidak ada penerbitnya dari siapa terbit dan penulisnya siapa, jadi, ini kita masih dugaan apakah masuk pelanggaran Pemilu atau tidak. Tapi nanti akan dikaji dan berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan jika masuk ranah pidana Pemilu," jelasnya. BACA SELENGKAPNYA......

Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved