Densus 88 Amankan Terduga Teroris
Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Kalbar, Kerabat dan Kepala Desa Ungkap Sosok SS Sebenarnya
Tribunpontianak.co.id mencoba merangkum beberapa fakta menarik terkait diamankannya terduga teroris inisial SS yang diamankan di Kabupaten Kubu Raya
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rizky Zulham
Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Kalbar, Kerabat dan Kepala Desa Ungkap Sosok SS
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Kubu Raya, Kerabat dan Kepala Desa Ungkap Sosok SS.
Bagi warga sekitar dan kerabat terdekat, mulai dari sifat dan keseharian sosok SS tidak ada yang menujukkan gelagat bahwa ia merupakan terduga teroris yang dicari aparat kepolisian.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari menghidupi keluarganya, SS menjadi buruh bangunan.
Ia juga aktif berinteraksi dan bersosialisasi dengan warga sekitar.
Baca: Kronologi Penangkapan Terduga Teroris di Kubu Raya, Warga Saksikan Densus 88 dan Mobil Penjinak Bom
Baca: Kesaksian Kepala Desa soal Sosok Terduga Teroris yang Diamankan Densus 88 di Kubu Raya Kalbar
Baca: Tim Densus 88 Amankan Pria Terduga Teroris di Kubu Raya
Penasaran dengan siapa sosok SS dan seperti apa di mata warga sekitar serta kerabat terdekatnya?
Berikut Tribunpontianak.co.id mencoba merangkum beberapa fakta menarik terkait diamankannya terduga teroris inisial SS yang diamankan di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar:
1. Diamankan di Hadapan Warga
Penangkapan terduga teroris SS di Kubu Raya oleh Densus 88 bersama Polda Kalbar dilakukan saat warga tengah gotong-royong memperbaiki masjid yang berada di depan gang rumah SS, Minggu (10/3/2019) sore.
Tim Densus 88 datang dengan senjata lengkap dan mobil penjinak bom.
Warga setempat, Iskandar mengatakan, ketika itu SS sedang mengendarai sepeda motor bersama istri dan anaknya.
Densus 88 dengan mobil penjinak bomnya menghentikan perjalanan SS bersama anggota bersenjata tajam.
"Saat itu warga sedang gotong royong membangun masjid didepan rumah dia ini, tak lama dia dengan istri dan anaknya lewat menggunakan sepeda motor sekitar jam 3 sore lewat," kata Iskandar saat ditemui Tribun, Senin (11/3/2019).
"Saat itu polisi dengan mobil penjinak bom menghadang jalan, kemudian anggota yang bersenjata juga ada, cukup ramai yang menghentikan dia ini," lanjut Iskandar.
2. Tidak Ada Perlawanan