Pemkot Pontianak Menuju Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomis, Bukan Sekedar Pengelolaan

Pemerintah Kota Pontianak menggelar acara puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Jumat (8/3)

Pemkot Pontianak Menuju Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomis, Bukan Sekedar Pengelolaan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dan ditemani Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Tinorma Butar-butar saat menandatangani tiga Perwa terkait pengelolaan sampah di Pontianak, Jumat (8/3/2019). 

Pemkot Pontianak Menuju Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomis, Bukan Sekedar Pengelolaan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak menggelar acara puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, Jumat (8/3), walaupun HPSN menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak, Tinorma Butar-butar, jatuh setiap tanggal 21 Februari.

Saat ini dijelaskannya pula, Pemkot Pontianak sudah menuju tahap pengolahan sampah, jadi bukan hanya sekedar pengelolaan tapi bagaiamana sampah yang ada bisa diolah dan menghasilkan nilai tambah.

Pihaknya menggandeng masyarakat serta kelompok masyarakat yang mempunyai tujuan sama dalam menciptakan sampah menjadi nilai tambah dan dapat menghasilkan.

Baca: BUMN Buka 11.000 Lowongan Kerja, Terima Lulusan SMA Hingga S2, Buruan!

Baca: Riski Ramadani: Penerapan Cyber Campus Sangat Membantu

Baca: KPU Singkawang Belum Temukan WNA Masuk Dalam DPT

"Tema kita adalah kelola sampah untuk hidup bersih, sehat dan bernilai. Makanya kita tidak ada mungut di tempat karena konteknya sudah menuju kelola sampah. Sedangkan sub tema, sinergi upaya kelola sampah oleh masyarakat, dunia usaha dan pemerintah," ucap Tinorma Butar-butar saat diwawancarai mengenai pengelolaan sampah di Pontianak, Jumat (9/3/2019).

Pemkot Pontianak juga menempatkan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Kelurahan Kota Baru, yang langsung menerapkan, reuse, reduce dan recycle (3R).

Ini adalah langkah awal yang digalakan Pemkot Pontianak, agar sampah dari rumah tangga tidak sampai ke TPS tapi dipilah dirumah dan bahkan menggalakan setiap rumah mempunyai pengolahan sampah organik sendiri.

Saat ini, TPS 3R yang ada dibelakang Kantor Kelurahan Kota Baru, setiap harinya mengolah 200 Kg sampah warga sekitar untuk dijadikan kompos.

"Tujuan kita kedepan memang mengolah sampah dari sumbernya. Jadi yang masih bernilai diambil dan dikelola di sumbernya. Sumbernya adalah masyarakat itu sendiri atau rumah tangga," jelasnya.

Baca: BUMN Buka 11.000 Lowongan Kerja, Terima Lulusan SMA Hingga S2, Buruan!

Baca: Telah Periksa Saksi di Siantan, Bawaslu Jadwalkan Pemanggilan Kembali Ria Norsan

Baca: Telah Periksa Saksi di Siantan, Bawaslu Jadwalkan Pemanggilan Kembali Ria Norsan

Ia menjelaskan saat inipun tengah dilakikan penataan untuk Tempat Pembungam Akhir (TPA). Akan ada penambahan dana supaya ada pengolahan, penataan, air lindihnya terkoneksi dengan baik.

Selain itu, sampah tidak hanya dibuang dan ditumpuk saja, tapi di TPA akan ada rumah kompos dan sudah dioperasionalkan saat ini.

"Bapak Wali Kota juga ada launching tentang Perwa pengurangan sampah plastik. Itu tujuan bagaimana sampah terkelola dengan baik, bahkan sampah plastik yang 300 - 500 tahun tidak mudah terurai. Kita harus edukasi bagaimana sampah ini menjadi bernilai ekonomis,"ujarnya.

Saat ini, Pemkot Pontianak juga memiliki empat rumah kompos, 13 bank sampah, satu TPST 3R dan tiga Depo Sampah.

"Kita akan terus tambah, sehingga sampah di Pontianak ini benar-benar terkelola dengan baik dan diolah mempunyai nilai tambah," sebutnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved