Revolusi Industri 4.0, Midji: Siapkan SDM Tanpa Mengubah Karakter Dasar
Pemerintah saat ini terus membahas soal industri generasi ke-empat atau industri 4.0. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meresmikan peta
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Madrosid
Revolusi Industri 4.0, Midji: Siapkan SDM Tanpa Mengubah Karakter Dasar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pemerintah saat ini terus membahas soal industri generasi ke-empat atau industri 4.0. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah meresmikan peta jalan atau roadmap yang disebut Making Indonesia 4.0.
Melalui roadmap itu diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global, serta dapat menjadikan Indonesia sebagai 10 besar ekonomi dunia di 2030.
Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji menerangkan seiring dengan berkembangnya Revolusi Industri 4.0, pada zaman sekarang masyarakat bersaing dengan kecepatan dan komputerisasi atau digitalisasi.
Baca: Soal Ekonomi Digital, Midji Sebut Kecepatan Jadi Tantangan Besar di Masa Depan
Baca: Speed Up Ekonomi Digital di Kalbar, Jeno Minta Pemerintah Siapkan Data
Baca: Prediksi Persib Bandung Vs PS Tira di Piala Presiden 2019, Head to Head dan Hasil Akhir
Midji sapaannya meminta masyarakat terutama di Kalbar untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar bisa bersaing dengan lainnya, serta memiliki kemampuan dan mampu mengikuti persaingan di Revolusi Industri 4.0.
"Kita harus siapkan SDM-nya dalam revolusi industri 4.0 yang mampu mengikuti dan bersaing serta mengimplementasikan itu. Tapi, tidak mengubah karakter dasar," ujarnya, Senin (25/2/2019).
Menurut dia, jika karakter dasar seseorang berubah seiring mengikuti dan kemajuan Revolusi Industri 4.0, maka hilanglah budaya yang diterapkan sejak lahir . Otomatis, itu akan tergerus dengan perkembangan dan kemajuan Revolusi Industri 4.0 itu sendiri.
"Jangan mengubah karakter dasar dan terlena dengan Revolusi Industri 4.0 itu. Indonesia yang sangat heterogen dengan sekitar 174 etnis dan karakter dasar harus tetap dipertahankan. Karakter Dasar Wajib tidak boleh dihilangkan dengan kemajuan Revolusi Industri," terangnya.
Begitu cepatnya perkembangan digitalisasi kemajuan teknologi dalam berbagai segala aspek di tengah masyarakat, mau tidak mau harus diikuti oleh semua orang. Siapa yang tak mampu mengikuti perkembangan itu, kata dia, akan tertinggal.
Ke depan, persaingan menekankan pelayanan yang cepat. Siapa yang mampu lakukan itu di Era Revolusi Industri 4.0 itu maka akan unggul. Perkembangan teknologi ke arah serba digital saat ini semakin pesat, teknologi menjadi alat yang mampu membantu sebagaian besar kebutuhan manusia.
“Teknologi telah digunakan oleh manusia untuk mempermudah melakukan apapun tugas dan pekerjaan. Peran penting teknologi inilah yang membawa peradaban manusia memasuki era digital,” tegasnya.
Baca: Bappeda Sosialisasi Aplikasi e-Planing dan e-Budgeting
Baca: VIDEO: ILC TVOne, Jadwal & Live Stream ILC TVOne Selasa 26/2 Topik: Bahas Perang Total Perang Badar
Baca: Ustaz Ruslan Abdul Sebut Teknologi Ibarat Pisau Mata Dua
Ia menambahkan berdasarkan laporan Mckinsey yang dirilis pada Agustus 2018, ekonomi digitalisasi telah memberikan kontribusi 10 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan membuka 3,7 juta peluang lapangan kerja di Indonesia.
“Pasar e-commerce Indonesia tahun 2022 akan tumbuh menjadi 55 miliar dollar AS hingga 65 miliar dollar AS atau setara Rp 955 Triliun," tandasnya.
Terpisah, Kepala Pusat Teknologi Pengembangan Kompetensi Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Muhammad Firdaus menegaskan revolusi industri 4.0 merupakan kenyataan dan tidak bisa terhindarkan di era kemajuan teknologi dan informasi saat ini.
“Revolusi industri 4.0 tidak bisa dihindari. Berdasarkan hasil survei, kita akui Indonesia termasuk terlambat bila dibandingkan dengan negara-negara dunia lainnya. Tapi, itu bukan berarti kita tidak bisa melejit,” ungkapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak di Pontianak, belum lama ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gubernur-kalbar-saat-diwawancara.jpg)