Speed Up Ekonomi Digital di Kalbar, Jeno Minta Pemerintah Siapkan Data

Kalbar dinilai menjadi daerah yang cukup maju soal ekonomi digital. Terutama di wilayah urban Kalbar

Speed Up Ekonomi Digital di Kalbar, Jeno Minta Pemerintah Siapkan Data
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Anggota Komisi XI DPR RI, G Michael Jeno, saat berikan sambutan dalam agenda pemaparan perkembangan ekonomi terkini dalam era digital ekonomi, di  Bank Indonesia kantor perwakilan wilayah Kalbar Senin (25/02/2019). 

Speed Up Ekonomi Digital di Kalbar, Jeno Minta Pemerintah Siapkan Data

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kalbar dinilai menjadi daerah yang cukup maju soal ekonomi digital. Terutama di wilayah urban Kalbar

"Digital ekonomi memang jadi satu di antara harapan kami. Terutama anak-anak generasi millenial," ungkap Anggota Komisi XI DPR RI, G Michael Jeno, saat berikan sambutan dalam agenda pemaparan Pemaparan Perkembangan Ekonomi Terkini dalam Era Digital Ekonomi, di Bank Indonesia kantor perwakilan wilayah Kalbar, Senin (25/02/2019).

Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Kalbar, khususnya di kalangan generasi muda, menurutnya perlu disikapi serius oleh pemerintah. Satu di antaranya adalah dengan menyiapkan data yang mencukupi terkait ekonomi digital itu sendiri.

Baca: Prediksi Persib Bandung Vs PS Tira di Piala Presiden 2019, Head to Head dan Hasil Akhir

Baca: Bappeda Sosialisasi Aplikasi e-Planing dan e-Budgeting

Baca: Cek Kesiapaan Pengamanan Pemilu Polda Kalbar, Kapolda: Besok Kapolri Akan Datang Bersama Rombongan

Hal itu menurutnya sangat penting. Sebab, adanya data valid yang memadai memungkinkan pemerintah membuat langkah strategis yang lebih tepat dalam mengawal laju pertumbuhan ekonomi digital dan digitalisasi ekonomi itu sendiri.

Ia, katanya, bahkan cukup sering berdiskusi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar membahas seputar ekonomi digital di kalangan millenial itu. Sehingga bisa dibuat kerangka kebijakan yang lebih tepat sasaran.

"Seperti anak muda yang duduk di warung kopi. Tampaknya mereka tidak melakukan apa, tapi jangan-jangan mereka sedang melakukan berbagai praktik ekonomi digital," sambungnya.

Iapun kembali menegaskan pentingnya dibuat kebijakan yang bisa 'men-speed up' atau mempercepat ekonomi digital itu. Menjadi sesuatu yang lebih terarah, terkontrol dan benar-benar bisa membawa dampak positif.

Untuk itu, hal yang utama adalah mengumpulkan semua data agar bisa mengindentifikasi aspek-aspek penting guna membuat kebijakan.

"Kalau kita tidak bisa mengidentifikasikan, bagaimana kita mau membuat policy. Bagaimana membuat kebijakan kalau tidak ada data," lanjutnya.

Hal itu menurutnya sangatlah penting. Sebab, bila itu tak dilakukan, bukan tak mungkin ekonomi digital dan digitalisasi ekonomi itu bisa menjadi ancaman bila tak disikapi dan ditanggapi dengan tepat.

"Kalau tidak, potensi ekonomi digital kita masuk dari luar. Seperti fintech yang jangan-jangan banyaknya justru dari luar," sambungnya.

Iapun lantas mengungkapkan keyakinannya pada Bank Indonesia selaku regulator bisa beri solusi.

Penulis: Ishak
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved