Serius Tangani DBD, Dinkes Sudah Instruksi Petugas Puskesmas dan Surati Dinas Pendidikan

Kita sudah lakukan fogging, tetapi fogging ini kurang efektif jika masyarakat nya tidak ikut serta menjaga lingkungan

Serius Tangani DBD, Dinkes Sudah Instruksi Petugas Puskesmas dan Surati Dinas Pendidikan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Rustami. 

Serius Tangani DBD, Dinkes Sudah Instruksi Petugas Puskesmas dan Surati Dinas Pendidikan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Dalam menekan jumlah angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang jumlah kasusnya tertinggi se-Kalbar, untuk itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang telah memberikan instruksi ke petugas puskesmas di seluruh wilayah di Ketapang untuk serius dalam menangani kasus tersebut.

Kepala Dinkes Kabupaten Ketapang, Rustami telah menginstruksikan kepada seluruh petugas Puskesmas agar terus memberikan sosialisasi dan pengetahuan kepada warga sekitar dalam mencegah terjadinya penyakit DBD tersebut.

"Kita instruksikan ke petugas jika mendapat pasien yang keluhan demam, untuk dilakukan pemeriksaan seperti pasien tersebut sudah terkena penyakit DBD. Tujuannya agar petugas dapat serius dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," terang Rustami.

Baca: Kasus DBD Tertinggi, Wabup Suprapto Sudah Minta Untuk Dilakukan Fogging

Baca: 4 Diantara 186 Kasus DBD di Ketapang Meninggal Dunia

Baca: Gelar Workshop Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain 2019, Bea Cukai Akan Lakukan Operasi Pasar

Selain itu pihak Dinkes juga telah menyurati pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang untuk memberitahukan ke setiap sekolah-sekolah agar dapat bersama-sama mencegah penyakit DBD yang terjadi di lingkungan sekolah.

"Kita tahu jumlah penderita penyakit DBD itu rentan sekali terhadap anak-anak, dan lingkungan yang paling dekat sama anak-anak itu kan disekolah. Untuk itu kita sudah surati Dinas Pendidikan untuk diberikan informasi kepada sekolah-sekolah untuk memberikan lotion anti nyamuk ke setiap anak didiknya," lanjutnya.

Selain itu, Rustami menegaskan bahwa dalam menekan angka penyakit DBD tersebut dibutuhkan penanganan bersama-sama khususnya dengan masyarakat itu sendiri.

"Kita sudah lakukan fogging, tetapi fogging ini kurang efektif jika masyarakat nya tidak ikut serta menjaga lingkungan. Oke kita lakukan pengasapan di lingkungan A, namun jika lingkungan B tidak bersih bukan tidak mungkin penyakit itu kembali ke lingkungan A," terang Rustami.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved