Oknum Guru Cabul

Guru SD Kota Pontianak Setubuhi Muridnya, Ketua Psikolog Kalbar Pertanyakan Tanggungjawab Moral Guru

Fitri Sukmawati mengatakan ketika orang melakukan penyimpangan seksual, pasti ada suatu yang kurang dan fondasi agamanya

Penulis: Syahroni | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Fitri Sukmawati Ketua Himpunan Psikologi (HIMPSI) Wilayah KalBar 

Guru SD Kota Pontianak Setubuhi Muridnya, Ketua Psikolog Kalbar Pertanyakan Tanggungjawab Moral Guru

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Himpunan Psikologi (HIMPSI) Wilayah KalBar, Fitri Sukmawati mengatakan ketika orang melakukan penyimpangan seksual, pasti ada suatu yang kurang dan fondasi agamanya sangat tidak kuat.

Dalam Kasus ini, pelaku inisial IA (57) melakukan tindakan kejahatan seksual pada muridnya, seharusnya murid itu dilindungi, disayang dan dijaga tapi malah dirusak oleh gurunya.

Artinya guru itu, harus dipertanyakan sejauh mana tanggungjawab moralnya, tanggungjawab dirinya terhadap anak didiknya.

Baca: Single Terbaru Berjudul Nyala Berikan Pelajar Berharga Untuk Shes Bro

Baca: Penjelasan Ketua Panitia Perayaan Imlek 2570 dan Cap Go Meh 2019

Baca: Pernak-Pernik dan Dekorasi Imlek di Vihara Bhodisatva Karaniya Metta

Pasti ada yang salah dengan si guru itu, kesalahan tentunya dari kepribadian dia. Saya tidak memeriksanya secara psikologis, saya tidak tahu dia seperti apa, tapi pasti ada sesuatu yang menyimpang dari kepribadiannya.

Apalagi sudah lima kali dilakukan, guru itu pasti mempunyai arogansi yang kuat, sehingga anak itu mempunyai ketakutan yang besar memberi tahu pada orang lain.

Sebenarnya gini, seorang anak sekolah mereka itu patuh sama gurunya. Mereka itu mengikuti apa kata gurunya.

Inilah pentingnya seorang pendidik yang sehat secara psikologis. Setiap seorang pendidik yang sehat psikologisnya, akhlaknya baik, taat pada agama itu sangat penting sekali.

Tapi saat seorang pendidik yang sudah tidak bisa digugu dan ditiru maka dia akan merusak masa depan siswanya.

Perbuatan guru yang menyetubuhi muridnya tidak dibenarkan dan ini jelas adanya penyimpangan dan psikologis yang tidak sehat.

Untuk korbannya jangan sampai dia merasa putus asa dan trauma, maka dia harus dijaga dan didampingi oleh orangtua. Dia perlu penangan serius dan dilihat kepribadiannya, apakah anak yang ceria atau anak yang pendiam.

Kalau dia anak yang ceria maka bisa jadi dia akan melewati masa sulit ini, tapi kalau anaknya introvert maka diperlukan dukungan yang sangat intens membantunya melewati masa sulit itu.

Fenomena saat ini, dimana kejadian kejahatan seksual disekolah sudah sangat banyak. Selaku orangtua, harus tahu dan memilih sekolah yang sehat, sekolah yang benar-benar bertanggungjawab.

Perlu diperhatikan juga, bagaimana kedekatan tenaga pendidik anak disekolah dengan orangtua.

Orangtua harus kenal wali kelasnya, pada guru-gurunya dan itu adalah hal penting. Sehingga orangtua bisa mengawasi dan tau perkembangan anaknya.

Apabila orangtua hanya menitipkan anaknya tanpa tahu siapa yang mendidik anaknya maka bisa saja terjadi mis komunikasi.

Oleh sebab itu, pendidikan ini banyak pihak yang harus bertanggungjawab, guru, orangtua dan pihak pemerintah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved