Kunjungi Pondok yang Dihuni 24 Pelajar di Bengkayang, Sutarmidji: Air Mata Hampir Tak Bisa Ditahan

Ia juga menjanjikan pemerintah provinsi Kalbar dan pemkab Bengkayang tak akan tinggal diam melihat kondisi memprihatinkan ini.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Kolase/Facebook
Kunjungi Pondok yang Dihuni 24 Pelajar di Bengkayang, Sutarmidji: Air Mata Hampir Tak Bisa Ditahan 

Ke depan, ia meminta pemerintah desa selaku perpanjangan tangan pemerintah untuk lebih peka dan perduli terhadap keadaan di lingkungan desa masing-masing.

"Saya pikir tidak hanya desa di Bengkayang. Tapi seluruh pemerintah desa di wilayah Kalbar harus tanggap terhadap permasalahan masyarakat yang ada," terangnya.

Termasuk menjalankan fungsi koordinasi antar pemerintah desa dengan pemerintah yang lebih tinggi seperti kecamatan, kabupaten dan provinsi.

"Seperti kasus ini, kalau Bupati tidak dikonfirmasi dan tidak mendapat laporan tentu tidak akan tahu," imbuhnya.

Markus tidak menampik kondisi seperti ini kemungkinan juga bisa terjadi di wilayah kabupaten/kota lainnya. Pemerataan pembangunan bidang pendidikan harus terus jadi perhatian seluruh stakeholder. 

"Pendidikan harus menjadi perhatian kita bersama," tukasnya. 

Yuk Follow Akun Instagram tribunpontianak:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved