PMII IAIN Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan untuk Mewujudkan Toleransi dalam Beragama

Keberagaman Beragama dan Tantangannya, menurut Dr Zulkifli, M A perbedaan adalah sunatullah.

PMII IAIN Pontianak Gelar Dialog Kebangsaan untuk Mewujudkan Toleransi dalam Beragama
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Pemateri dalam dialog yang diadakan PMII Pontianak 

Mengapa tuhan menciptakan agama?, seperti yang kita ketahui bahwasanya setiap agama pasti mengajarkan kebaikan Dengan adanya agamalah manusia bisa saling berlomba-lomba dalam kebaikan atau kalau dalam istilah Al-Quran adalah Fastabiqul Khoirot.

Keberagaman agama membuat manusai berlomba lomba menampakkan kebaikan dengan prespektif agamanya masing-masing sehingga terciptalah rasa saling mengasihi antar sesama.

Dalam Al Quran sudah diperintahkan bahwa manusia harus berbuat kebaikan, seperti dalam surat Al-Mumtahanah ayat 8. Yang menyuruh manusia agar berbuat adil kepada pemeluk agama lain.
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang orang yang tiada memerangimu karena agama tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berbuat adil”

Dalam satu agama saja terdapat perbedaan, apalagi jika berbeda agama akan ditemukan perbedaan pula.

Dalam hal ini tantangan kedepannya seperti fenomena saat ini yang menjadikan agama sebagai alat atau modal untuk menjatuhkan aau menegasi orang lain, padahal perbedaan tidak boleh menjadi alat yang dapat memicu konflik.

Rasulullah saja melindungi agama lain seperti di Madinah sehingga terdapat istilah “Misaaul Madinah. Menurut Dr. Zulkifli tantangan kita adalah saat berada di media sosial, harus memerangi hal hal yang dapat me rong-rong kedamaian. Mari meyakini bahwa perbedaan adalah Sunatullah.

Tantangan Beriman dan Berkebangsaan dalam Konteks Kemajemukan di Indonesia.
Menarik sekali apa yang disampaikan oleh Pdt Paulus Ajong saat menjadi pemateri dialog kemarin, Dalam beragam manusai memang harus meyakini kebenarannya masing masing melalui agama yang diyakini Dengan meyakini keimanannya masing masing seharusnya tingkat nasionalisme semakin kuat.

Manusia percaya dalam agamanya bahwa perbedaan adalah kuasa Tuhan, maka semakin menerima perbedaan semakin kuat pula jiwa nasionalisme yang tumbuh.

Kemajemukan dan Indonesia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Kemajemukan dan keberagaman akan selalu ada asalkan Indonesia juga masih ada. Karena saat ini Indonesia menjadi pusat keberagaman yang ada di dunia. Menurut Paulus ajong kemajemukan bisa menjadi hal positif yaitu kekuatan, namun juga bisa menjadi hal negative yaitu ancaman

Kemajemukan akan menjadi hal positif jika masyarakat dapat membangun relasi baik antar seiman maupun yang berbeda iman.

Halaman
123
Penulis: Syahroni
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved