Minta Penegak Hukum Bersihkan Personel dari Penggunaan Narkoba, Bahasan: Termasuk ASN Pontianak

Masyarakat kita harus sadar, mari hindari Narkoba. Saya melihat sendiri dimasyarakat tatanan keluarga dan masyarakat itu rusak akibat Narkoba

Minta Penegak Hukum Bersihkan Personel dari Penggunaan Narkoba, Bahasan: Termasuk ASN Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Wakil Wali Kota, Bahasan menghimbau masyarakat menjauhi segala bentuk penyalahgunaan Narkoba.

Wakil Wali Kota Pontianak yang baru dilantik per 23 Desember 2018 ini menegaskan sudah banyak contoh tatanan keluarga yang rusak akibat penyalahgunaan barang tersebut.

"Masyarakat kita harus sadar, mari hindari Narkoba. Saya melihat sendiri dimasyarakat tatanan keluarga dan masyarakat itu rusak akibat Narkoba,"ucap Bahasan, Senin (31/12/2018).

Baca: Petugas Tembak Mati Singa Yang Terkam Pegawai Magang Hingga Tewas

Baca: Dua Petinju Amatir Kubu Raya Ini Tatap Pra PON

Bahasan, mengingatkan para orangtua untuk mengawasi anak-anak remaja mereka jangan sampai salah pergaulan sehingga terjerumus kehal negatif.

Selain itu, ia mengingatkan jajaran ASN Kota Pontianak jangan sampai terjerumus dalam penggunaan Narkoba. ASN adalah contoh masyarakat sehingga harus menjaga norma-norma yang baik.

Kerjasama Pemkot Pontianak dan BNN disebutnya perlu dimaksimalkan, karena peredaran Narkoba di Kota Pontianak sangat memprihatinkan dan merusak suatu tatanan keluarga bahkan masyarakat.

"Keluarga siapapun, mau pejabat, pengusaha, kiyai, mau orang biasa kalau keluarganya sudah terkena narkoba maka akan rusak," tegas Bahasan.

Program-program pencegahan harus diperbanyak, agar bisa mencegah penyalahgunaan. Memang untuk menghilangkan tidak akan mungkin, karena setan sampai kiamat tidak mati, tapi minimal katanya mengurangi dan mencegah.

"Dampak dari Narkoba ini sangat luar biasa, sampai kriminal, awalnya merongrong keluarga dan akhirnya melakukan kriminal diluar,"ujar Bahasan.

Harus dilakukan sosialisasi sebanyak-banyaknya pada masyarakat tentunya melalui BNN dan Kepolisian.

"Kita minta juga, pihak penegak hukum ini harus membersihkan para anggotanya dari barang tersebut, jangan sampai ada oknum yang terlibat dan membekingi para pengedar. Ini hanya oknum tertentu, bagi semua instansi harus membersihkan dirinya, termasuk di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Pontianak," tegas Bahasan.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved