Breaking News:

Wendrika : Merestorasi Gambut Harus Ada Keterlibatan Semua Pihak

Hal itu membuatnya jadi lebih termotifasi lagi dan belajar bagaimanan menciptakan lingkungan yang baik bagi anak.

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ File
Wendrika, Fasilitator Desa Tri Mandayan Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas, memaparkan pengalamannya mendampingi masyarakat menerapkan pertanian tanpa membakar lahan, di COP24 UNFCCC, Senin (10/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Meraih penghargaan sebagai Fasilitator terbaik tingkat nasional dari Badan Restorasi Gambut (BRG), Wendrika yakin jika melakukan restorasi gambut butuh keterlibatan  dari berbagai pihak.

Jika umumnya, orang hanya melibatkan para orangtua dalam hal pengelolaan lahan gambut, berbeda dengan Wika, ia bahkan melibakan anak muda dakam hal ini.

“Bagi Wika merestorasi gambut harus ada keterlibatan semua pihak, jadi nggak hanya dengan petani tapi juga kolaborasi dengan berbagai pihak,” ungkapnya.

Pihak pertama yang ia libatkan ialah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang kebetulan konsen di bidang perlindungan nak dan perempuan.

Baca: Polisi Minta Keluarga Korban Tak Puas Serahkan Bukti Jika Korban Tewas Karena Kejanggalan

Dari sanalah Wika menyadari bahwa merestorasi gambut, bukan hanya urusan mendidik bagaimana masyarakat mengolah lahan gambut, tapi juga bagaimana cara mengolah lingkungan yang layak jadi tempat tumbuh kembang anak.

Hal itu membuatnya jadi lebih termotifasi lagi dan belajar bagaimanan menciptakan lingkungan yang baik bagi anak. 

Setelah itu, Wika juga menjalin kerjasama dengan para pemuda melalui Pembina pramuka karena baginya anak muda wajib tahu bagaimana menjaga lingkungan, dan merestorasi gambut.

Dari sana ia mengajak para pemuda tersebut membuat sebuah program bernama Pramuka Perduli Gambut (PPG).

Baca: Pembangunan Jaringan belum Terealisasi, DPRD Nilai PLN Kalbar Abai Tanggapi Keluhan Warga

Mereka belajar cara pengolahan gambut tanpa bakar, penanaman secara organik, dan yang paling penting menjaga pembasahan lahan, penanaman kembali dan kemudian peningkatan taraf hidup masyarakat.

Dengan keterlibatan para remaja, Wika punya keuntungan tersendiri soal mengkampanyekan cara-cara pengolahan lahan gambut.

Karena mereka juga aktif mempublikasikan dan melakukan kampanye melalu media sosialmasing-masing.

Tentunya, tidak lupa juga Wika bekerjasama dengan pihak lain, seperti kepolosian lewat bhabinsa, pemerintah desa dan lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved