Gidot Ajak Galang Dana Dirikan Pohon Natal dan Salib
Suryadman Gidot mengajak agar umat kristiani melakukan penggalangan dana untuk mendirikan pohon natal dan salib.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penasehat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) dan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kalbar, Suryadman Gidot mengajak agar umat kristiani melakukan penggalangan dana untuk mendirikan pohon natal dan salib.
Sebelumnya, diungkapkan Gidot bahwa Kalbar merupakan daerah yang tingkat toleransi umat beragamanya sangat tinggi dengan bukti tidak ada masalah yang berarti di Kalbar untuk umat beragamanya.
"Umat Kristiani di Kalbar harus berbangga hati, selama 10 Tahun kepemimpinan Drs Cornelis, MH dan Drs. Cristiandy Sanjaya, SE. MM pohon natal berdiri megah walapun sumbangan pihak ketiga menurut penjelasan Gubernur Sutarmidji, SH. MH (16/12) lalu," katanya, Senin (17/12/2018) kepada Tribun.
Baca: Gubernur Sutarmidji Pastikan Tak Ada Pohon Natal di Pendopo Gubernur, Ternyata Ini Alasannya!
Baca: Pohon Natal Tak Lagi Berdiri di Depan Pendopo Gubernur, Midji Persilakan Natalan di Pendopo
Baca: Sambut Natal, Dekorasi Pohon Natal Semarakkan Hotel Aston Pontianak
"Selaku umat Kristiani kita berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendirikan pohon natal pada bulan natal, termasuk simbol Idul Fitri dengan ketupat dan lainya, serta Imlek dan Cap Go Meh yang sesuai simbol tahunnya di Pendopo Gubernur atau Istana Rakyat,"
"Walaupun tahun ini tinggal kenangan yang semua orang pasti mengenang dan merasakan betapa donatur yang telah menyumbang melihat betapa pentingnya toleransi antar umat beragama dengan pesan hiduplah rukun," jelasnya.
Gidot pun mengajak agar seluruh elemen khususnya umat kristiani menjaga perayaan natal 2018 dengan penuh kedamaian, ketentraman dan kenyamanan untuk menyambut serta menghadirkan sang juru selamat Yesus Kristus di hati sebagai raja damai walau tanpa pohon natal di Pendopo Gubernur atau Istana Rakyat.
"Mari umat kristiani kita bergandengan tangan dengan umat beragama dan kepercayaan lain di Kalbar untuk kebaikan dan kemajuan Kalbar," katanya.
Bupati dua periode ini pun mengajak agar umat kristiani kedepan dapat mendirikan pohon natal dan salib bersam, serta melakukan penggalangan dana.
"Saya sebagai warga yang beragama Kristen mengajak tokoh-tokoh kristiani untuk di masa kedepan kita minta Gubernur mengijinkan kita mendirikan pohon natal di bulan Natal dan Salib di nulan Paskah, karena memang tidak dianggarkan dalam APBD," ujarnya
"Mari kita buat panitia atau solidaritas pendirian Pohon Natal di Bulan Natal dan Salib, Bulan Paskah di masa akan datang, walaupun kita semua bersedih tahun 2018 pohon Natal tidak berdiri. Selamat Natal, 25 Desember 2018 dan Tahun Baru, 1 Januari 2019," tutupnya.
Gubernur Sutarmidji Pastikan Tak Ada Pohon Natal di Pendopo Gubernur, Ternyata Ini Alasannya!
Perayaan Natal tinggal sebentar lagi yaitu tanggal 25 Desember.
Namun Pohon Natal yang biasa berdiri di depan Pendopo Gubernur Kalbar belum juga tampak.
Gubernur Kalbar, Sutarmidji menjelaskan alasan tak berdirinya Pohon Natal di depan Pendopo Gubernur.
Hal itu dikarenakan memang tak ada dianggarkan dalam APBD Provinsi Kalbar Kalbar.
Selama ini, menurut Sutarmidji yang memasang Pohon Natal adalah pihak ketiga.
Pihak ketiga inilah yang memberikan sumbangan.
Baca: Tak Becus Urus Elpiji 3 Kg, Gubernur Sutarmidji Ancam Laporkan Pertamina Kalbar ke Presiden
Baca: TERPOPULER - Dari Midji Ancam Copot Kepala Dinas, Foto Kecelakaan, Hingga Kontribusi Kebun Sawit
"Selama ini pengadaan Pohon Natal tidak ada di anggaran APBD Provinsi Kalbar. Tahun lalu dan tahun sebelumnya selalu ada Pohon Natal, karena pemberian dari pihak ketiga" jelas Midji, Kamis (13/12/2018).
Namun ia mempersilakan, apabila ada instansi atau organisasi yang ingin merayakan Natal di Pendopo Gubernur Kalbar.
"Saya mempersilakan apabila ada instansi atau organisasi yang mau merayakan natal di Pendopo Gubernur," ucapbya.
Ia pun kembali menegaskan bukan dirinya tidak mau untuk membuat Pohon Natal.
"Jadi bukan tidak mau membuat Pohon Natal. Memang anggarannya yang tidak ada," tegas Sutarmidji.
Pohon Natal Tahun Lalu
Pada Natal 2017, seperti pada perayaan-perayaan Natal sebelumnya, Pohon Natal kembali disiapkan.
Pohon Natal di Pendopo Gubernur Kalbar di Jalan Ahmad Yani bediri tegak setinggi 12 meter.
Baca: Midji Ancam Copot Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan DPMPTSP Provinsi Kalbar, Ternyata Ini Masalahnya
Baca: Kepala Sekolah Terancam Copot, Polisi Ungkap Akhir Kasus Video Perkelahian Siswi SMKN 4
Pantauan Tribunpontianak.co.id, para pekerja membuat Pohon Natal di halaman Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, di Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (23/12/2017).
Pohon Natal dihiasi dengan berbagai hiasan natal dan lampu warna warni yang menambah keindahan Pohon Natal tersebut.
Selain Pohon Natal, pekerja juga membuat hiasan yang identik dengan perayaan Natal.
Seperti boneka manusia salju, rusa, yang juga dihiasi warna warni lampu.
Christmas Day Singkawang
Sementara itu, perayaan Singkawang Christmas Day menjadi lokasi wisata baru bagi masyarakat di Kota Singkawang.
Beragam masyarakat tumpah ruah di Kota Indah, Jalan Diponegoro yang menjadi lokasi perayaan Singkawang Christmas Day, Sabtu (16/12/2018).
Baca: Wagub Ria Norsan Minta Masyarakat Gunakan Medsos Untuk Kemaslahatan dan Kebaikan
Baca: ICW Nilai Tuntutan Pidana oleh Jaksa KPK Terhadap Kepala Daerah Korupsi Masih Rendah
Ornamen pernak-pernik Natal berkelap-kelip dari lampu yang indah menjadi magnet bagi masyarakat untuk mengabadikan momen dengan kamera ponsel.
Kado Natal besar dan kecil dijejer rapi pada beberapa titik di Kota Indah.
Patung yang menggambarkan peristiwa kelahiran Yesus bertengger di dalam Goa Natal.
Dua boneka sinterklas yang diletakkan di depan Goa Natal mempercantik suasana.
Bahkan boneka tersebut dapat mengeluarkan nyanyian sambil bergoyang.
Tak hanya itu, Pohon Natal yang menjulang tinggi di samping Goa Natal berkilau indah dari lampu yang berkelap-kelip menjadi tempat favorit masyarakat berfoto.
"Tempatnya bagus, indah, cocok buat berfoto," kata satu di antara warga, Dina (23).
Ia berharap melalui perayaan Natal, kedamaian dan toleransi di Kota Singkawang semakin kuat.
Baca: Lakukan Pencurian Uang di Rumah Walet, Dua Pria Ini Diamankan Polsek Teluk Pakedai
Baca: Bupati Rupinus Daapat Doorprize, Peserta Jalan Sehat PPNI Membludak
Sementara itu, Ketua Panitia Singkawang Christmas Day, Yoris Anes mengatakan Christmas Day merupakan upaya bersama warga Singkawang untuk lebih menyemarakkan Natal tahun 2018.
Chistmas Day adalah aksi menghias Kota Singkawang guna membantu Pemkot menyemarakkan perayaan Natal.
"Dan yang terlibat ini para pemuda dan pemudi serta warga," katanya.
Panitia melakukan pemasangan sebanyak 400 pernak-pernik Natal di sepanjang Jalan Diponegoro.
Kemudian pemasangan pohon Natal setinggi 10 meter di depan kota indah, serta pemasangan Pohon Natal di simpang bundara seribu satu lengkap dengan ornamen dan aksesoris Santa Clause.
Kegiatan ini dilaksanakan tak lepas dari predikat Singkawang sebagai kota tertoleran nomor satu di Indonesia.
Baca: Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Ibunda Jun Farera MC Meninggal Dunia
Baca: Kebakaran di Jalan Joyoboyo Hanguskan Kantor Advokad
Dalam satu tahun ini, pada awal tahun Singkawang telah menggelar perayaan Imlek dan Cap Go Meh.
Pertengahan tahun ada kegiatan Ramadan Fair selama bulan suci Ramadan hingga hari raya Idul Fitri.
Untuk akhir tahun ditutup dengan kegiatan menghias kota dalam perayaan Singkawang Christmas Day.
Panitia ingin meramaikan agar para pengunjung mendapatkan view dan kesan yang bagus untuk Kota Singkawang di akhir tahun.
"Itu juga sebagai dukungan kita kepada wali kota mewujudkan visi misi Singkawang Hebat," ungkapnya. (SYAHRONI/DESTRIADI YUNAS JUMASANI/RIDHOINO KRISTO SM)
Subscribe Youtube Channel Video Tribun Pontianak: