Pelajar 13 Tahun Dibius Seusai Kenalan di Facebook, Diperkosa di Sungai Ambawang hingga Subuh
AN yang masih berstatus sebagai pelajar ini menjadi korban Kekerasan Seksual yang diduga dilakukan DE, yang berumur 18 tahun
Lanjutnya, setelah itu korban pun bertemu tersangka sekira jam 18.00 WIB bersama rekannya K (13).
Saat bertemu tersangka korban diberikan makanan atau dibius hingga tak sadarkan diri.
"Korban tersadar sekira jam lima Subuh. Saat itu korban menyadari bahwa di daerah lehernya terdapat bercak merah. Perutnya terasa sakit dan organ intimnya perih ketika buang air kecil," jelasnya.
Eka menambahkan setelah mendapatkan pengaduan dari anaknya, kemudian orangtua korban mengecek kembali dan benar ada bercak merah di daerah leher.
Baca: VIRAL Video Istri Pergoki Suaminya Berduaan dengan Wanita Lain di Kos-kosan! Sebut Pelakor
Baca: Masih Ingat Iklan Lawas Obat Napacin? Netizen Terkejut Saat Tahu Model Wanita di Iklan Ini
Karena merasa kondisi anaknya tidak stabil, yang diduga akibat pengaruh makanan atau obat bius yang diberikan tersangka, orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
"Saat ini kejadian sudah ditangani pihak kepolisian, namun tersangka belum tertangkap, pihak kepolisian dan KPPAD juga sedang menunggu hasil visum dari korban," ungkapnya.
Eka Nurhayati menegaskan penanganan untuk tersangka diserahkan sepenuhnya kepihak kepolisian.
Namun untuk korban dan orangtua pihak KPPAD akan melakukan pendampingan secara berkala.
KPPAD Kalbar juga akan membawa korban ke ahli Psikologis, guna menyembuhkan traumatik yang dialami korban.
Eka juga memaparkan sejauh ini dari April hingga November 2018, KPPAD telah menerima sebanyak 60 laporan kejahatan terhadap anak.
Di mana laporan yang terbesar ialah kejahatan seksual pada anak.
"Hal ini yang akan menjadi prioritas KPPAD, untuk menghimbau orang tua agar lebih ketat dalam pengawasan terhadap anak," kata Eka.
Baca: Gadis 10 Tahun Melahirkan Bayi Laki-laki Setelah Diperkosa Saudaranya
Baca: Deretan Fakta Ayah Perkosa Anak di Mempawah, Ancaman Dibunuh Hingga Sang Ibu Pasrah
Ia menuturkan selain orangtua, juga harus ada kerjasama antarpihak.
Kerjasama antara orang tua, pihak sekolah dan lembaga terkait dalam hal pengawasan terhadap anak.
"Pihak sekolah juga harus menjalin komunikasi yang baik kepada orang tua, dimana orang tua juga harus mengontrol anaknya, dimana kejahatan seksual marak dilakukan oleh orang terdekat," tegasnya.