Tak Selamanya Baik, Ini 8 Pengaruh Gula Terhadap Tubuhmu

Kita semua tahu kebanyakan dari kita suka hal-hal yang manis, apa yang sebenarnya terjadi pada sistem tubuh ketika kita mengkonsumsi gula?

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Tri Pandito Wibowo
Sutterstock
Ilustrasi mengkonsumsi cokelat 

Laporan Wartawan Tribunpontianak.co.id, Listya Sekar Siwi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kita semua tahu kebanyakan dari kita suka hal-hal yang manis, tetapi apa yang sebenarnya terjadi pada sistem tubuh ketika kita mengkonsumsi gula?

Di sini, delapan cara gula memengaruhi tubuh kamu dilansir dari Health.

Baca: Pelaku dan Penadah Curanmor Berhasil Terungkap Saat Operasi Zebra

Baca: PB PMII Minta Kader Cegah Radikalisme

Baca: Segini Stok Darah Dari Berbagai Golongan Di Markas PMI Sanggau

1. Otak kamu menderita

Fruktosa - gula yang secara alami ada pada buah dan merupakan komponen, dengan glukosa, sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) dan gula meja membuat otak lebih bekerja keras, kata ahli endokrinologi anak Robert Lustig, MD, dari UCSF Benioff Children's Hospital di San Fransisco.

2. Kamu ingin makan lebih banyak

Ilustrasi makan cokelat
Ilustrasi makan cokelat (Shutterstock)

Dengan mengubah pusat nafsu makan otak, penelitian mengungkapkan fruktosa dapat mengganggu perasaan kenyang. 

3. Usia kulit lebih cepat menua

Terlalu banyak gula dapat menghambat perbaikan kolagen.

Makanan manis dapat mengurangi elastisitas dan keriput dini.

Baca: Final Kejurnas Basket KU-16 Putra Jateng Vs Jatim

Baca: Kapolsek Sengah Temila Hadiri Kegiatan Persami di Senakin

Baca: Trafic Arus Lalu Lintas Jl Tanjung Pura Kota Pontianak Terpantau Lancar

4. Kelebihan gula disimpan sebagai lemak

Badan Terlalu Gemuk Bisa Bikin Umur 3 Tahun Lebih Pendek
Badan Terlalu Gemuk Bisa Bikin Umur 3 Tahun Lebih Pendek (HUFFINGTONPOST)

Jeda sebelum kamu memasukkan kopi tambahan itu ke dalam kopi. 

Hati memiliki kapasitas bawaan untuk memetabolisme gula dan menggunakannya untuk energi, tetapi hanya sampai taraf tertentu, jelas Dr. Lustig. 

Fruktosa yang tersisa diubah menjadi lemak di hati, meningkatkan risiko obesitas , diabetes tipe 2 , dan penyakit kardiovaskular .

5. Sel-sel cepat berubah

Fruktosa mempercepat proses oksidasi yang biasa di sel-sel kita, kata Dr. Lustig. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved