Ragam Contoh

Waspada Diabetes Usai Lebaran: Ini Penyebab dan Kebiasaan yang Perlu Dihindari

Tak jarang, setelah Lebaran berlalu, risiko gangguan kesehatan seperti Diabetes justru meningkat. 

TRIBUNPONTIANAK- INSTAGRAM
DIABETES- Salah satu pemicu utama meningkatnya risiko Diabetes adalah kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan berlemak secara berlebihan. Selama Ramadan hingga Idulfitri, berbagai hidangan seperti kue-kue manis, Rendang, dan Opor ayam menjadi sajian utama di banyak rumah. 

Ringkasan Berita:
  • Namun di balik suasana penuh suka cita tersebut, sering kali muncul kebiasaan baru yang kurang sehat, terutama dalam pola makan dan aktivitas harian.
  • Tak jarang, setelah Lebaran berlalu, risiko gangguan kesehatan seperti Diabetes justru meningkat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Setelah merayakan Idulfitri, banyak orang merasakan kebahagiaan yang mendalam karena bisa berkumpul dan berbagi momen hangat bersama keluarga serta orang-orang terdekat. 

Namun di balik suasana penuh suka cita tersebut, sering kali muncul kebiasaan baru yang kurang sehat, terutama dalam pola makan dan aktivitas harian.

Tak jarang, setelah Lebaran berlalu, risiko gangguan kesehatan seperti Diabetes justru meningkat. 

Hal ini dipicu oleh perubahan gaya hidup selama Ramadan hingga masa perayaan yang cenderung tidak terkontrol.

Bahaya Terlalu Banyak Makan Daging: Kenali Ciri-Ciri, Dampak Kesehatan

Apa Penyebab Diabetes Pasca Lebaran?

Untuk memahami lebih jauh, berikut beberapa faktor utama yang dapat meningkatkan risiko diabetes setelah perayaan hari raya:

1. Konsumsi Makanan Tinggi Gula dan Lemak

Salah satu pemicu utama meningkatnya risiko Diabetes adalah kebiasaan mengonsumsi makanan manis dan berlemak secara berlebihan. Selama Ramadan hingga Idulfitri, berbagai hidangan seperti kue-kue manis, Rendang, dan Opor ayam menjadi sajian utama di banyak rumah.

Selain itu, minuman manis juga sering dikonsumsi dalam jumlah besar. Jika tidak dikontrol, asupan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis serta meningkatkan risiko resistensi insulin dalam tubuh.

2. Minimnya Aktivitas Fisik

Selama bulan puasa, banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena keterbatasan energi. Sayangnya, kebiasaan ini sering berlanjut setelah Lebaran, terutama karena keinginan untuk beristirahat atau bersantai setelah rangkaian perayaan.

Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan lemak tubuh dan menurunkan sensitivitas insulin. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko terjadinya Diabetes jika berlangsung dalam jangka waktu lama.

Dengan memahami berbagai penyebab tersebut, penting bagi setiap individu untuk mulai kembali menerapkan pola hidup sehat setelah Lebaran, seperti mengatur pola makan seimbang dan rutin berolahraga agar kondisi tubuh tetap terjaga.

3. Kenaikan berat badan
Penyebab diabetes selanjutnya setelah Hari Raya adalah bertambahnya berat badan, akibat kurang aktivitas fisik dan konsumsi makanan berlemak.

Kenaikan berat badan yang cepat dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, terutama pada orang-orang yang mempunyai faktor genetik.

4. Stres dan kurang istirahat
Pemicu berikutnya akibat stres dan kurang istirahat, karena mempersiapkan lebaran serta aktivitas yang padat.
Stres kronis dapat memengaruhi kadar gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved