Pilpres 2019

Mahfud MD Menolak Keras Ikut #2019GantiPresiden, Sang Profesor Hanya Setuju Hal Ini

Mantan Ketua MK tersebut menjelaskan jika dirinya hanya setuju dan bersedia ikut gerakan #2019PemilihanPresiden.

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
YOUTUBE
Prof Mahfud MD 

Presiden Jokowi sempat mengomentari gerakan ini, saat menghadiri acara Konvensi Nasional 2018 di Puri Begawan, Kota Bogor.

"Sekarang isunya ganti lagi, isu kaus. #2019gantipresiden di kaus," ujar Jokowi.

"Kalau rakyat berkehendak bisa. Masak pakai kaos itu bisa ganti presiden? Tidak bisa," kata Jokowi kala itu.

Tagar Tandingan

Relawan Jokowi (ReJo) menilai, tagar #2019GantiPresiden yang marak di media sosial akan ada tandingannya.

Kelompok ini akan menyiapkan pengganti tagar tersebut di lini media sosial.

Beberapa yang sudah digulirkan ReJo adalah tagar #DiaSibukKerja dan #2019TetapJokowi.

Namun, Ketua Umum Rejo Darmizal memastikan bahwa tagar-tagar tersebut bukanlah yang terakhir.

Akan muncul tagar-tagar lain yang bertujuan untuk menyampaikan keberhasilan Jokowi.

"Kami akan melengkapi semuanya, mulai dari pertarungan udara melalui media sosial, media mainstream, kunjungan kepada masyarakat door to door dan melalui kegiatan lain," kata dia dalam acara deklarasi di Jakarta, Minggu (6/5/2018).

Seperti diketahui, penantang terkuat Jokowi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah menerima mandat para kader untuk maju di Pilpres 2019

Sebelumnya, Relawan Jokowi (Rejo) menggelar deklarasi dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk memimpin Indonesia dua periode di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2018).

Namun dalam deklarasi, Rejo menilai lawan berat Presiden Jokowi di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 bukanlah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Musuh sesungguhnya Pak Jokowi bukan Prabowo, tetapi fitnah sesungguhnya," ujar Wakil Ketua ReJo Mudhofir Khamid dalam sambutannya.

Di tempat sama, Ketua Dewan Pembina ReJo Sidarto Danusubroto mengatakan, fitnah kepada Presiden Jokowi mulai dari tuduhan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), isu jutaan tenaga kerja asing (TKA), hingga isu Jokowi anti islam. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved