Website KPU Down, Ini Analisis Pegiat Teknologi Informasi Kalbar

Dalam kasus ini, sistem yang diretas bisa beragam. Bisa hanya mengganti frontend sampai mengacak bagian dalam sistem tersebut.

Penulis: Ishak | Editor: Dhita Mutiasari
Net
Tampilan infopemilu.kpu.go.id 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Pada dasarnya semua hal yang dibuat manusia tidak sempurna. Pasti ada celah. Begitu juga dengan hitung dan website KPU.

Dari yang saya lihat, teknik peretasan yang digunakan adalah Ddos. Yaitu teknik yang mengirimkan paket berlebih sampai server target down.

Baca: KPU Kalbar Tegaskan Tidak Ada Masalah Dengan Data C1

Baca: Server KPU Down, KPU Kalbar Imbau Masyarakat Kalbar Tidak Perlu Khawatir

Baca: Keterangan Pers Kapolda dan Pangdam XII Tanjungpura Tentang Situasi Kalbar Pasca Pilkada

Analoginya seperti ini, gelas 100 ml diisi dengan air 600 ml. Maka gelas tersebut akan kepenuhan,  yang mengakibatkan gelas tidak bisa menampung semua data yang dikirim.

Terkait dengan insiden ini, saya yakin tim IT KPU adalah orang yang memiliki kredibilitas tinggi dan ahli di bidangnya.

Biasanya untuk mengatasi peretasan, akan dilakukan backup berkala sebuah database. Sehingga pada saat sistem berhasil diretas data akan tetap aman.

Dalam kasus ini, sistem yang diretas bisa beragam. Bisa hanya mengganti frontend sampai mengacak bagian dalam sistem tersebut.

Tapi ini balik lagi kepada motivasi pelaku peretasan. Tpakah hanya sekedar iseng atau punya motif tertentu.

Tentu sebaiknya data yang ada di dalam sistem di-mirror-kan. Ini mencegah sistem yang diretas bisa dikacaukan isi datanya.

Jika di-mirror- kan, maka data asli akan tetap aman.  Dan saya yakin, tim IT KPU tentu melakukan ini.

Adapun terkait dengan sempat hilangnya data yang telah di-upload di Situng, ini persis seperti yang saya jelaskan di atas. Betapa pentingnya melakukan backup berkala pada data yang sudah diupload.

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa setiap server punya maksimal bandwith akses. Artinya, 1 server punya batas maksimal diakses yang jika melampaui batas maksimal, dia akan down.

Dengan demikian, perlu tim analis yang menghitung beban server maksimal berapa. Hal ini penting agar kedepannya tidak terjadi lagi down pada sistem-sistem milik pemerintah, seperti yang terjadi pada KPU kali ini.

Saya kira juga perlu dipersiapkan sistem keamanan yang lebih baik. Juga server yang lebih baik, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved