Viral Kapolres Landak Dipaksa Makan Babi, Ternyata Ini Kebenarannya!

Melalui akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK, Kapolres Landak pun memberikan klarifikasi tentang video yang sedang beredar

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Dhita Mutiasari
Facebook
Berita Hoaks yang tersebar di Medsos yang menyebutkan Kapolres Landak dipaksa makan babi. 

Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio menuturkan bahwa, keikutsertaannya duduk dan mencicipi hidangan disitu adalah salah satu caranya untuk mendekati dan bernegosiasi langsung dengan massa.

"Kita duduk bersama dan mencicipi hidangan itu kan untuk membangun suasana yang baik, itu trik kita dalam mendekati masyarakat. Kalau kita mau kendalikan dan bernegosiasi masyarakat, kita harus berbaur dengan mereka," ujar Bowo

Ditambahakan oleh Bowo bahwa, cara yang dilakukannya lewat bernegosiasi dan duduk bersama masyarakat tersebut berhasil dan akhirnya situasi dapat diredam.

"Puji Tuhan langkah kita untuk bernegosiasi dan bicara dari hati ke hati bersama mereka dalam satu meja dapat berjalan dengan baik. Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam kita menghadapi dinamika kamtibmas kita pada saat ini," tambah Bowo.

Ditegaskan pula oleh Bowo, masyarakat harus lebih cerdas dalam bermedia sosial, jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks  dan selalu utamakan Check, Re-Check, Cross Check, dan Final Check apabila mendapat sebuah berita atau kabar di media Sosial.

"Toleransi dan saling menghargai satu sama lain harus kita tingkatkan, untuk Landak yang Aman dan Damai. Sehingga terbentuklah suatu harmoni dalam keberagaman," tutup Bowo (*).

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved