Viral Kapolres Landak Dipaksa Makan Babi, Ternyata Ini Kebenarannya!

Melalui akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK, Kapolres Landak pun memberikan klarifikasi tentang video yang sedang beredar

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Dhita Mutiasari
Facebook
Berita Hoaks yang tersebar di Medsos yang menyebutkan Kapolres Landak dipaksa makan babi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Sempat terjadi gejolak dan viral beberapa saat di media sosial, kondisi Kamtibmas Ngabang, Kabupaten Landak menjadi sorotan dan perhatian masyarakat.

Setelah sempat dikunjungi Kapolda Kalimantan Barat dan Pangdam XII/Tanjungpura, Kota Ngabang telah dinyatakan dalam situasi aman dan kondusif oleh Kepolisian Resor Landak.

Baca: Danlantamal XII Pontianak Bersama Kapolda Kalbar Laksanakan Upacara Tabur Bunga

Baca: Resmi Dirilis! Theme Song Asian Games 2018 yang Dinyanyikan Via Vallen Tuai Pujian

Baca: IAR Indonesia Raih Penghargaan Suaka Satwa Terbaik Sedunia

Sesuai pantauan terkini, memang aktivitas masyarakat sudah kembali normal setelah terjadi gejolak. Masyarakat sudah mulai ramai kembalui beraktivitas di Pasar Ngabang dan Terminal Ngabang.

Namun, pada hari ini Minggu (1/7) kembali viral di media sosial status-status yang menyebut "Kapolres Landak Dipaksa Makan Babi”.

Berbagai komentar dan tanggapan pun muncul pada status tersebut, salah satunya seperti akun Facebook Sarip Hidayatullah yang berkomentar:

"Memaksa orang untuk memakan babi atau apapun bukan budaya Nusantara Orang Nusantara tau adab sopan santun," tulisnya.

Adapula akun Facebook Dadang Iswanto yang berkomentar

"Mungkin pak polisi itu non muslim, jadi gak masalah,"

Melalui akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK, Kapolres Landak pun memberikan klarifikasi tentang video yang sedang beredar tersebut bahwa, Kapolres Landak adalah seorang Non-Muslim.

Berikut klarifikasi akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK

"MIMIN MAU MENGKLARIFIKASI VIDEO KAPOLRES LANDAK AKBP BOWO GEDE IMANTIO YANG SEDANG VIRAL KARENA TURUT SERTA MAKAN DAGING BABI BEBERAPA HARI YANG LALU.

PERLU KITA TAHU SAUDARA-SAUDARAKU, BAHWA KAPOLRES LANDAK ADALAH SEORANG "NON-MUSLIM". AKBP BOWO BERAGAMA KRISTEN PROTESTAN.

BELIAU SANGAT DIKENAL BAIK OLEH TOKOH TOKOH AGAMA, ADAT, DAN MASYARAKAT YANG ADA DI KABUPATEN LANDAK SEBAGAI SOSOK YANG MELINDUNGI, MENGAYOMI, DAN MELAYANI TANPA PANDANG BULU, TANPA PANDANG SUKU, AGAMA, DAN RAS.

KARENA BELIAU ADALAH SEORANG NASRANI, SAH-SAH SAJA DAN TIDAK ADA LARANGAN BAGI BELIAU UNTUK TURUT MENCICIPI HIDANGAN DAGING BABI TERSEBUT.”

Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio menuturkan bahwa, keikutsertaannya duduk dan mencicipi hidangan disitu adalah salah satu caranya untuk mendekati dan bernegosiasi langsung dengan massa.

"Kita duduk bersama dan mencicipi hidangan itu kan untuk membangun suasana yang baik, itu trik kita dalam mendekati masyarakat. Kalau kita mau kendalikan dan bernegosiasi masyarakat, kita harus berbaur dengan mereka," ujar Bowo

Ditambahakan oleh Bowo bahwa, cara yang dilakukannya lewat bernegosiasi dan duduk bersama masyarakat tersebut berhasil dan akhirnya situasi dapat diredam.

"Puji Tuhan langkah kita untuk bernegosiasi dan bicara dari hati ke hati bersama mereka dalam satu meja dapat berjalan dengan baik. Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam kita menghadapi dinamika kamtibmas kita pada saat ini," tambah Bowo.

Ditegaskan pula oleh Bowo, masyarakat harus lebih cerdas dalam bermedia sosial, jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks  dan selalu utamakan Check, Re-Check, Cross Check, dan Final Check apabila mendapat sebuah berita atau kabar di media Sosial.

"Toleransi dan saling menghargai satu sama lain harus kita tingkatkan, untuk Landak yang Aman dan Damai. Sehingga terbentuklah suatu harmoni dalam keberagaman," tutup Bowo (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved