Penasehat Hukum Terus Berupaya Ungkap Kebenaran Korupsi Alkes RSUD SSMA

Penasehat Hukum Terdakwa Yekti Kusumawati, Dewi Purwati Ningsih mengatakan penghadiran saksi tunggal

Penasehat Hukum Terus Berupaya Ungkap Kebenaran Korupsi Alkes RSUD SSMA
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Suasana sidang kesebelas perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012 di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (2/5/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Penasehat Hukum Terdakwa Yekti Kusumawati, Dewi Purwati Ningsih mengatakan penghadiran saksi tunggal pada sidang kesebelas bertujuan mengurai dan mempertegas bahwa memang sudah ada kerjasama sejak awal antara Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr Yhan (PT Kharisma), Rian (CV Multico) dan beberapa pihak lainnya terkait pengadaan alat kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun 2012.

“Diakui oleh saksi meringankan bahwa saat desk anggaran sudah ada pertemuan di Jakarta. Nama-namanya sudah disebut, satu diantaranya dr Yhan,” ungkapnya saat diwawancarai usai sidang beragenda pemeriksaan saksi meringankan dari penasehat hukum di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Rabu (2/5/2018) sore.

Baca: BREAKINGNEWS: Braak! Dump Truk vs Rx-King, Korban harus Dilarikan ke Puskesmas Sukadana

Ia mencatat ada hal yang tidak terungkap di dalam berkas perkara bahwa ada e-mail berisi Rencana Anggaran Biaya (RAB) barang-barang alkes yang disusun oleh dr Yhan, lantas dikirimkan ke PT Mitra Bina Medika (MBM) dan diteruskan ke Rian.

“Sudah ungkapkan oleh saksi dalam persidangan,” terangnya.

Dewi tidak menampik sebenarnya terjadi dualisme yakni meringankan atau memperberat keadaan usai penghadiran saksi ini. Namun, ia menegaskan hal ini sebagai upaya mengungkap kebenaran.

“Karena saat diperiksa itu kan dr Yhan banyak mengatakan tidak tahu. Sekarang, sudah terlihat jelas. Ternyata benar kekhawatiran saya terkait berkas pemeriksaan yang tidak dibuat selengkap mungkin,” katanya.

Baca: Video Suasana Bimtek Wirausaha Pemula Gemabatas di Sambas

Ia mencontohkan seperti pada kasus tipikor Alkes Kubu Raya tahun kemarin dimana sangat jelas karena ada forensik digital menyangkut komputer yang dipergunakan. Hal itu yang kemudian menjerat salah satu distributor Alkes Kubu Raya sebagai terdakwa dan kemudian menjalani hukuman.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Septi Dwisabrina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved