Sempat Terhenti Lantaran Server Gangguan, Pelayanan Paspor Kembali Berjalan, Begini Penilaian Warga

Mahani (60) mengungkapkan, ia membuat paspor lantaran hendak berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Madrosid
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Mahani (60), saat mengikuti proses foto paspor. Pelayanan permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Sambas kembali terlihat normal, pada Senin (19/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Satu di antara pemohon paspor, Mahani (60) mengungkapkan, ia membuat paspor lantaran hendak berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini.

"Saya bikin paspor, rencananya untuk naik haji. Saya sudah dapat kursi, rencananya berangkat haji tahun 2018 ini," ungkapnya usai foto paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Sambas, Senin (19/3/2018).

Warga Dusun Teluk Durian, Desa Sepadu, Kecamatan Teluk Keramat ini mengaku datang ke Kantor Imigrasi Kelas II Sambas, sejak pagi.

"Saya datang ke Kantor Imigrasi Sambas jam 08.30, diantar sama keponakan. Cepat, mengantrinya juga ndak terlalu lama, tadi saya dapat nomor antrian nomor 13. Proses buat paspornya cukup lancar, ndak ada hambatan, layanannya pun cepat," jelasnya.

Baca: Pemkab Landak Deklarasi Kabupaten Layak Anak

Mahani menjelaskan, ia belum tahu apa tahapan dalam membuat paspor dan berapa lama prosesnya.

Namun ia mengatakan, akan bertanya kepada petugas untuk mendapatkan informasi selanjutnya.

"Saya belum tahu jadinya paspor saya kapan, ini tadi baru selesai foto. Mungkin nanti saya minta informasinya ke petugas," terangnya.

Pemohon paspor lainnya, Andira Belagustra menilai, pelayanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Sambas sangat baik.

"Kalau menurut saya, pelayanannya cepat. Saya datang jam 09.00 WIB, dapat nomor antrian nomor 15. Sebelum foto, saya mengisi biodata terlebih dahulu di formulir untuk didaftarkan, terus menunggu sebentar dan terus disuruh masuk untuk foto, cukup cepat," ungkapnya.

ASN Pemkab Sambas ini mengaku berasal dari Jambi.

Ia merupakan alumni IPDN tahun 2016, yang kemudian bertugas di Kabupaten Sambas.

"Karena informasinya perbatasan itu dekat dari sini, dua jam sudah sampai di PLBN Aruk, dan bisa langsung menuju Kuching, Malaysia. Makanya saya pikir kebetulan bertugas di sini, makanya saya buat paspor, mana tahu sewaktu-waktu ingin ke sana atau ada tugas dinas ke sana. Agar tidak ada kendala di paspor," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, pelayanan permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Sambas, yang kembali terlihat normal, pada Senin (19/3/2018).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved