Sekadau Hampir 100 Persen Penerapan Listrik Sistem Prabayar

Selama ini, pihaknya tak menemukan kendala berarti. Masyarakat juga menyambut baik program ini.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIVALDI ADE MUSLIADI
Manajer PLN Ranting Sekadau Risky Ramdan Yusup saat menerima cindera mata dari Ketua MABM Sekadau Sunardi 

"Jadi meski tidak ada sanksi bagi pelanggan yang tak migrasi ke listrik prabayar, tapi ini wajib buat semua pelanggan PLN. Lantaran ini satu di antara cara PLN meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan," lanjutnya.

Sosialisasi juga harus dilaksanakan PLN Area Sanggau. Pasalnya, masih ada 81.372 pelanggan yang menggunakan sistem pascabayar. "Jumlah pelanggan pascabayar sebanyak 81.372 atau 31.41 persen dan pelanggan prabayar sebanyak 177.660 atau 68.69 persen," kata Humas PLN Area Sanggau Hendra.

Jika ditotal, jumlah pelanggan di Area Sanggau mencapai 259.032. Realisasi migrasi pada 2017 mencapai 5.197 pelanggan dan 2018 mencapai 3.073 pelanggan. Ke depan, jelasnya, PLN akan melayani kebutuhan listrik masyarakat dengan sistem prabayar.

"Artinya, seluruh pelanggan pascabayar secara bertahap akan diganti menjadi prabayar seluruhnya," pungkasnya.

(Baca: Paksa 500 Ribu Pelanggan Migrasi, 2018 PLN Terapkan Listrik Prabayar )

Program migrasi juga tengah digencarkan PLN Rayon Kota Singkawang. Manajer PLN Rayon Kota Singkawang Uray Kurnawati mengatakan, ada 30.263 pelanggan PLN di Kota Singkawang. yang akan berimigrasi menggunakan listrik prabayar.

Ia memastikan, pelanggan tak dikenakan biaya untuk perubahan ke listrik prabayar. "Hanya biaya token sebesar Rp 20 ribu. Semuanya diganti PLN tanpa dikenakan biaya," ucapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved