Sekadau Hampir 100 Persen Penerapan Listrik Sistem Prabayar

Selama ini, pihaknya tak menemukan kendala berarti. Masyarakat juga menyambut baik program ini.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIVALDI ADE MUSLIADI
Manajer PLN Ranting Sekadau Risky Ramdan Yusup saat menerima cindera mata dari Ketua MABM Sekadau Sunardi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Manajer PLN Rayon Sekadau Risky Ramdan Yusup mengklaim wilayahnya paling tinggi dalam penerapan sistem prabayar. Ia mengatakan, program ini sudah dilakukan bertahap sejak 2013 lalu.

Hingga saat ini, dari total 33.044 jumlah pelanggan di Sekadau, sebanyak 31.170 pelanggan sudah beralih ke listrik prabayar. Tersisa 1.874 pelanggan yang masih menggunakan listrik pascabayar.

"Pelaksanaan di Sekadau ini sudah 99 persen. Hanya tinggal sedikit lagi, itu pun bagi pelanggan yang ada di wilayah kota (Sekadau Hilir)," ujar Risky kepada Tribun, Rabu (28/2).

(Baca: DAD Tayan Hilir Apresiasi Penangkapan 41 Paket Sabu )

Risky menjelaskan, program migrasi ini dilakukan pihaknya dari kecamatan terjauh. Ia memastikan, pelanggan di enam kecamatan selain Kecamatan Sekadau Hilir sudah 100 persen menggunakan prabayar.

"Sisanya ini bertahap dilaksanakan pada Maret. Seluruh kecamatan sudah 100 persen hanya tinggal beberapa di Sekadau Hilir," katanya.

Pihaknya telah melakukan sosialisasi menyeluruh. Mulai mendatangi setiap rumah warga, pemberitahuan melalui baleho dan juga telah melakukan koordinasi dengan Bupati Sekadau.

Selama ini, pihaknya tak menemukan kendala berarti. Masyarakat juga menyambut baik program ini.

"Namun ada beberapa kendala tapi bisa kita atasi di lapangan, sepeti ada beberapa masyarakat yang tadinya tidak mau dan setelah kita jelaskan kemudahan yang didapat baru mereka memahami. Ada pula saat tim kami datang ke rumah warga, warga tersebut tidak sedang berada di rumah, kendala lainnya sih tidak ada," ungkapnya.

Ia juga memastikan tak akan ada perubahan daya dalam program migrasi ini. "Contohnya apabila pelanggan menggunakan 900 kWh tetap menggunakan 900 kWh. Bedanya sekarang kita bayar di depan baru kita gunakan listriknya. Kalau dulu, pakai dulu baru bayar," tukasnya.

PLN Area Ketapang juga mulai menyosialisasikan prograam ini. "Benar bang, 1 Januari 2018 sudah mulai, di Ketapang sudah mulai kita sosialisasikan," kata Asisten Manager Pelayanan dan Administrasi PLN Area Ketapang, Tumbur Manalu.

Pihaknya juga sudah mengirim surat kepada pemerinatah daerah, DPRD, Kajari, Kapolrolres dan Dandim 1203 Ketapang. Harapannya, agar pelanggan PLN di Ketapang segera mengikuti program itu.

Ia mengungkapkan, total pelanggan PLN Area Ketapang sekitar 108 ribu. Jumlah pelanggan yang masih menggunakan sistem pascabayar mencapai 44 ribu. "Target di semester I 2018 ini kita sudah sosialisasi juga ke kecamatan-kecamatan," ungkapnya.

Tumbur menjelaskan, bagi pelanggan PLN yang migrasi ke listrik prabayar tentu akan mendapatkan keuntungan tersendiri. Lantaran listrik prabayar memiliki kelebihan di antaranya bebas biaya beban dan bebas biaya keterlambatan.

(Baca: Tarian Tradisional Madura Iringi Resepsi Pernikahan Putri Sulung Ketua REI Kalbar )

"Jadi meski tidak ada sanksi bagi pelanggan yang tak migrasi ke listrik prabayar, tapi ini wajib buat semua pelanggan PLN. Lantaran ini satu di antara cara PLN meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan," lanjutnya.

Sosialisasi juga harus dilaksanakan PLN Area Sanggau. Pasalnya, masih ada 81.372 pelanggan yang menggunakan sistem pascabayar. "Jumlah pelanggan pascabayar sebanyak 81.372 atau 31.41 persen dan pelanggan prabayar sebanyak 177.660 atau 68.69 persen," kata Humas PLN Area Sanggau Hendra.

Jika ditotal, jumlah pelanggan di Area Sanggau mencapai 259.032. Realisasi migrasi pada 2017 mencapai 5.197 pelanggan dan 2018 mencapai 3.073 pelanggan. Ke depan, jelasnya, PLN akan melayani kebutuhan listrik masyarakat dengan sistem prabayar.

"Artinya, seluruh pelanggan pascabayar secara bertahap akan diganti menjadi prabayar seluruhnya," pungkasnya.

(Baca: Paksa 500 Ribu Pelanggan Migrasi, 2018 PLN Terapkan Listrik Prabayar )

Program migrasi juga tengah digencarkan PLN Rayon Kota Singkawang. Manajer PLN Rayon Kota Singkawang Uray Kurnawati mengatakan, ada 30.263 pelanggan PLN di Kota Singkawang. yang akan berimigrasi menggunakan listrik prabayar.

Ia memastikan, pelanggan tak dikenakan biaya untuk perubahan ke listrik prabayar. "Hanya biaya token sebesar Rp 20 ribu. Semuanya diganti PLN tanpa dikenakan biaya," ucapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved