Pendidikan Gratis 12 Tahun Menjadi Satu Strategi Hildi Hamid Tingkat IPM

Pendidikan gratis 12 tahun menjadi startegi untuk meningkatkan IPM Kayong Utara, bahkan dimasa perjalanan kepimpinannya

Pendidikan Gratis 12 Tahun Menjadi Satu Strategi Hildi Hamid Tingkat IPM
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Bupati Kayong Utara Hildi Hamid memberikan sambutan pada acara Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-92 Sekaligus Seponti Berselawat dan Sukuran atas pembangunan jalan di Kecamatan Seponti, Kamis (21/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Potianak Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KAYONG UTARA – Sebagai Kabupaten baru, Kayong Utara juga resmi menjadi daerah otonom ( mekar dari Kabupaten Ketapang) pada tahun 2007.

Kayong Utara pada saat itu berada di Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terendah, sehingga di masa pimpinan Hildi Hamid menjadi Bupati, ia menilai peningkatan IPM menjadi prioritas utama untuk di benahi.

Diakhir masa jabatannya, Hildi Hamid mengatakan, bahwa saat ini IPM Kayong Utara masuk di dalam kategori sedang, walaupun di seluruh Indonesia, Provinsi Kalimantan Barat masih berada di posisi rendah untuk IPM.

Baca: Hildi Hamid Ingatkan PNS Tak Terlibat Politik Praktis

"Kalau di bidang sosial, ini menyangkut IPM kita, kita masih terendah di Kalimantan Barat, walaupun sekarang dari kategori rendah sudah masuk ke sedang, " terang Hildi Hamid, Minggu (14/1).

Pendidikan gratis 12 tahun menjadi startegi untuk meningkatkan IPM Kayong Utara, bahkan dimasa perjalanan kepimpinannya Hildi Hamid kembali melakukan gebrakan baru, yaitu melalui program 10 sarjana per Desa. Beberapa perguruan tinggi hingga jurusan Kedokteran juga terdapat putra/i Kayong Utara, sehingga banyak masyarakat Kayong Utara yang merasa terbantu dengan program yang Hildi Hamid jalankan.

Baca: Panwaslu Mempawah Launching Sentra Gakkumdu, Ini Fungsinya

di tahun 2017, kewenagan SMA, SMK yang ditarik ke Provinsi sempat membuat masyarakat bertanya-tanya, karena perpindahan kewenangan SMA, SMK dapat memutuskan program Pendidikan gratis selama 12 tahun. Namun setelah berkoordinasi dengan pihak Provinsi, Kayong Utara tetap dapat memberikan pendidikan gratis untuk SMA dan SMK.

Baca: Disdikbud Sintang Butuh SDM Berkualitas Untuk Majukan Pendidikan

"Misalnya Pendidikan gratis 12 tahun, itu sepertinya tidak menyulitkan kalau pemerintah Kabupaten mempertahankan itu, apa lagi pendidikan gratis ini sudah dari Perda. sebagai contoh 2017 kemarin walaupun kewenangan SMA Provinsi tapi masih bisa disiasati, itu tetap gratis di Kayong Utara,"jelasnya

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved