Banjir di Paloh
Luapan Air di Desa Nibung Rendam Alat Elektronik Hingga Sarang Madu Kelulut Usaha Warga
Tak hanya itu saja, menurut Mayadi satu usaha madu kelulut milik warga Desa Nibung, terpaksa gagal panen akibat tergerus air yang meluap.
Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Desa Nibung, Mayadi Satar mengungkapkan luapan air memang terjadi di Desa Nibung, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, yang disebabkan kondisi Sungai Liku mengalami pasang air laut dan ditambah curah hujan yang cukup tinggi, sehingga mengakibatkan permukiman warga dan Puskesmas Paloh terendam air pada Kamis (11/1/2018) malam.
"Itu bisa disebut semacam air bah atau banjir bandang. Jadi sejak jam 6 sore kemarin sampai Jumat (12/1) jam 3 subuh air baru mulai surut, dan paginya sudah terlihat surut, masih ada tertahan tetapi sudah surut, jelang siang sudah mulai normal," ungkapnya, Jumat (12/1/2018).
Baca: Hujan Deras di Paloh, Camat Sebut Puskesmas Hingga Rumah Warga Tergenang
Mayadi menjelaskan, akibat luapan air tersebut memang banyak rumah warga Desa Nibung yang terendam air.
"Banyak rumah warga yang terendam, alat-alat elektronik milik warga juga banyak yang terendam. Sekitar 5 rumah yang cukup rentan terkena banjir itu. Karena kedalaman air itu mencapai sekitar 1 meter hingga 2 meter," jelasnya.
Tak hanya itu saja, menurut Mayadi satu usaha madu kelulut milik warga Desa Nibung, terpaksa gagal panen akibat tergerus air yang meluap.
Baca: Luapan Air Sempat Genangi 45 Rumah Warga Desa Nibung
"Di sini ada usaha warga masyarakat, yakni usaha madu kelulut, 130 sarang madu kelulut itu musnah karena terendam, jadi gagal panen," terangnya.
Akibat genangan air ini, aktifitas pelajar SDN 14 Nibung, menurutnya bahkan terpaksa diliburkan pihak sekolah.
"Ada SDN 14 Nibung, tadi siswa sekolah itu diliburkan hari ini. Karena siswa yang datang tidak banyak dan air pun masih belum benar-benar surut saat pagi hari. Tapi sore ini sudah normal sekali, sudah seperti biasanya. Jadi besok siswa sudah bisa masuk sekolah seperti biasa," ujarnya.
Mayadi membenarkan, saat air meluap pada Kamis (11/1) malam. Warga yang rumahnya terdampak sempat dievakuasi personel Polsek Paloh dan Pemerintah Desa Nibung, ke tempat yang lebih aman.
"Memang ada warga yang sempat diungsikan sementara. Karena air di beberapa rumah yang saya sebutkan itu, kedalamannya hampir mencapai 2 meter. Sehingga saya selaku Kepala Desa dan Kapolsek Paloh akhirnya memutuskan mengevakuasi warga. Karena ada warga yang ndak mau meninggalkan rumah, mereka bertahan di lantai dua rumah mereka. Mereka akhirnya kami jemput dan kami bawa ke tempat yang lebih aman," ungkapnya.
Keputusan tersebut menurutnya diambil, setelah pihaknya melihat kondisi rumah dan kuatnya luapan air yang sangat mengkhawatirkan.
"Mereka kami jemput dan kami ungsikan ke rumah tetangga yang lebih aman. Tapi sifatnya semua sementara, karena luapan air itu hanya beberapa jam saja. Tampaknya air itu turun dari gunung dekat sini bersamaan dengan air Sungai Liku yang mengalami pasang air laut," jelas Mayadi.