Citizen Reporter

Menyikapi Kenaikan Harga

Biaya pengurusan surat-surat kendaraan meningkat 2 hingga 3 kali lipat, harga BBM, tarif listrik, hingga harga cabai juga meningkat luar biasa.

Penulis: Syahroni | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/IST

Inilah maksiat penguasa.

Maka umat harus mengambil peran untuk meluruskannya.

Ketika Khalifah Mu’awiyah berkhutbah pasca pencabutan subsidi kepada masyarakat, dan beliau berkata dari atas mimbarnya "isma’û wa athî’û" (dengarlah oleh kalian dan taatilah).

Maka berdirilah Abu Muslim seraya berkata: Lâ sam’a wa lâ thô’ata yâ Muawiyah (tidak wajib) mendengar dan ta’at, hai Mu’awiyah.

Muawiyah bertanya: “Mengapa wahai Abu Muslim?”, maka Abu Muslim menjawab: “Bagaimana engkau bisa menyetop subsidi, padahal dia bukan hasil kerjamu, bukan hasil kerja bapakmu, bukan pula hasil kerja ibumu? akhirnya Muawiyah sadar dan tidak jadi menghentikan subsidi tersebut. (Mawaridudh Dham’an Li Durusiz Zamân, 4/117)

Setiap kemaksiatan, apalagi kemaksiatan ekonomi, pasti akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan ekonomi.

Bahkan bukan hanya ekonomi, namun juga sisi-sisi kehidupan yang lain, baik pelakunya rakyat, pengusaha, apalagi penguasa.

Rasulullah bersabda: “Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan mereka memilih-milih apa yang diturunkan Allah, kecuali Allah akan menjadikan bencana di antara mereka” (HR. Ibnu Majah).

Kita harus kembali kepada syariat.

Namun jangan dipahami ekonomi syariah itu hanya bank syariah! Kembali ke ekonomi syariah berarti melepas segala atribut kapitalisme dan liberalisme.

Menghilangkan riba. Mengembalikan pemilikan harta kekayaan, termasuk tambang migas dan non migas, sesuai ketentuan Allah, bukan atas hawa nafsu apalagi dikte para pemodal.

Kembali kepada mata uang yang bersandar pada dinar dan dirham.

Inilah sistem ekonomi yang diberkahi.

Tidak seperti kapitalisme yang membuat yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.

Tidak seperti sosialisme yang memeratakan kemiskinan.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved