Citizen Reporter

Menyikapi Kenaikan Harga

Biaya pengurusan surat-surat kendaraan meningkat 2 hingga 3 kali lipat, harga BBM, tarif listrik, hingga harga cabai juga meningkat luar biasa.

Penulis: Syahroni | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/IST

Citizen Reporter

Bayu Anggara, Mahasiswa Asrama Kabupeten Sambas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Awal tahun ini kita mengalami banyak peningkatan, hanya saja yang meningkat adalah harga-harga.

Biaya pengurusan surat-surat kendaraan meningkat 2 hingga 3 kali lipat, harga BBM, tarif listrik, hingga harga cabai juga meningkat luar biasa.

Untuk tahu sikap yang benar, kita harus tahu dulu sebab naiknya harga.

Setidaknya ada tiga sebab kenaikan harga.

Pertama, faktor kelangkaan alami yang terjadi karena gagal produksi, kemarau berkepanjangan dan lain lain, sehingga ketika barang berkurang sementara yang membutuhkan banyak, maka otomatis harga akan naik.

Sebab kedua, kenaikan harga terjadi karena penyimpangan ekonomi dari hukum-hukum syariah Islam.

Terjadinya penimbunan (ihtikar), permainan harga (ghabn al fahisy) yang dilakukan oleh pelaku bisnis, dan tidak ditangani dengan baik oleh penguasa.

Sebab ketiga adalah adanya liberalisasi migas dan listrik (pencabutan sempurna subsidi BBM dan tarif listrik) yang menghantarkan kita menuju penjajahan ekonomi.

Secara individual, ketika harga-harga melambung, apapun penyebab melambungnya, seorang muslim tidak boleh terguncang jiwanya.

Keyakinannya bahwa Allah lah yang memberi rizqi dan menentukan segala sesuatu tidak boleh luntur, juga tidak layak mengeluhkan hal ini kepada manusia.

Seorang Ulama salaf Salamah bin Dinar (w. 140 H) pernah ditanya:

“Wahai Abu Hâzim (seorang tabi’in), tidakkah engkau perhatikan bahwa harga-harga melambung tinggi?” Maka beliau menjawab: “Lalu apa yang membuat engkau galau dengan hal tersebut? Sesungguhnya Yang Memberi Rizqi kepada kita saat harga turun, Dia pula yang memberi rizqi kepada kita saat harga-harga naik” (Ibn ‘Asâkir, Târikh Dimasyq, 22/60).

Itu dari sisi keyakinan kita tentang rrezeki.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved