Ini Berita Kalbar yang Terbit Sabtu, Apa Berita Olahraga Lokal?
Gusti Suryansyah masuk Ruang ICCU sepulangnya dari kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) X di Pangkalanbun, Kalteng, Kamis (13/10).

Minimal, pelajar harus memiliki sertifikat khatam Alquran kecil sebagai syarat memasuki ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Sedikit memaksa siswa terutama yang umum ini. Minimal dia harus mempunyai dasar dan pondasi bisa membaca Alquran. Mulai tahun ajaran 2017, akan kita masukan sebagai persyaratan pelajar SD daftar ke tingkat SMP," ujar Edi, Kamis (13/10).
Tujuannya, jelas Edi, agar masyarakat mempersiapkan generasi penerus yang mendalami nilai-nilai sesuai kaidah Islam yang terkandung di dalam kitab suci Alquran.
"Kalau dasar sudah tidak ada, bisa dipastikan moral anak tersebut juga akan rusak. Karena semua pedoman terkandung di dalam Alquran," tegasnya.
Aturan ini, jelasnya, juga diberlakukan agar pelajar sebagai penerus bangsa lebih paham tentang adab dan kesopanan dalam berperilaku di masyarakat.
"Jika pelajar sudah paham dengan syariat Islam ini, saya yakin generasi penerus selanutnya akan luar biasa," imbuhnya.
Edi menyatakan, masa depan Kota Pontianak ke depan, berada di tangan para pelajar. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Sabtu (14/10/2016).(*) --
Tabrak Lari Pelajar SMPN 3 Tewas
SANGGAU, TRIBUN -Kecelakaan di Jl Raya Desa Entakai, Kecamatan Kapuas, merenggut nyawa pelajar SMPN 3 Sanggau, Ahmad Gani (14), Jumat (14/10).
Ketika itu korban mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi, KB 4048 DZ.
Kasat Lantas Polres Sanggau, Iptu Dwi Dio, menjelaskan bahwa korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sesaat setelah ditabrak.
Dijelaskannya, korban diduga bertabrakan dengan sebuah mobil Box, yang lari pasca kejadian.
"Sekarang anggota kita masih mengejar dan melacak, sampai sekarang belum ada kabarnya," ujarnya.
Ditambahkannya juga, anggota di lapangan langsung melakukan razia di jalur arah Pontianak.
Karena, ketika kejadian, diduga korban melaju dari arah Sanggau menuju Sekadau. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Sabtu (14/10/2016).(*) --