Ini Berita Kalbar yang Terbit Sabtu, Apa Berita Olahraga Lokal?

Gusti Suryansyah masuk Ruang ICCU sepulangnya dari kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) X di Pangkalanbun, Kalteng, Kamis (13/10).

Editor: Hasyim Ashari
zoom-inlihat foto Ini Berita Kalbar yang Terbit Sabtu, Apa Berita Olahraga Lokal?
ISTIMEWA
Raja Landak H Gusti Suryansyah saat bersama Gubernur Kalbar, Cornelis, semasa masih hidupnya.

Raja Landak Mangkat

PONTIANAK, TRIBUN -Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kalbar kehilangan tokoh penting, Jumat (14/10).

Raja Landak, Gusti Suryansyah Iswaramahayana, mangkat. Tim medis Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak, memastikan dosen Fisip Untan itu, meninggal karena sakit, pukul 15.30 WIB.

Gusti Suryansyah masuk Ruang ICCU sepulangnya dari kegiatan Festival Keraton Nusantara (FKN) X di Pangkalanbun, Kalteng, Kamis (13/10).

Kegiatan FKN sendiri ditutup, Rabu (12/10). Kondisinya langsung drop begitu tiba di Pontianak.

"Kemarin (Kamis. Red) baru datang ke Pontianak (Bandara Supadio) pukul 14.00 WIB. Beliau langsung ngedrop. Langsung kita bawa dan ditanggani di Rumah Sakit Antonius. Masuk ICU karena sesak nafas dan diabetnya hampir 600," kata adik kandung Gusti Suryansyah, Utin Srilena Chandramidi, kepada wartawan.

Memberikan keterangan di rumah duka, Gg Padi 1, Jalan Prof DR Hamka, Utin mengatakan meski segala upaya sudah dilakukan, namun ternyata Allah SWT berkehendak lain. Allah lebih sayang dengan almarhum. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Sabtu (14/10/2016).(*) --

Jokowi Bawa Payung Sendiri

PONTIANAK, TRIBUN -Hujan deras sempat mengguyur Kota Pontianak dan sekitarnya sesaat sebelum pesawat kepresidenan RI tiba di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Jumat (14/10) pukul 16.00 WIB.

Kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini untuk membuka langsung perhelatan akbar Sail Selat Karimata 2016 di Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kayong Utara, hari ini, Sabtu (15/10).

Jokowi disambut Gubernur Kalbar, Cornelis, dan Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya. Ada juga, Pangdam XII Tanjungpura, Danlantamal Pontianak, Danlanud Supadio, Kapolda Kalbar, serta jajaran Forkopimda lainnya.

Jokowi masih seperti gayanya. Mengenakan kemeja putih lengan panjang yang terlipat, lengkap dengan celana panjang kain warna hitam. Ada pemandangan lain saat ia turun dari pesawat.

Ia berjalan sendirian, memegang payung warna hitam sendiri. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Sabtu (14/10/2016).(*) --

Bank di Kalbar Kategori Sehat

PONTIANAK, TRIBUN -Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar seminar untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran dan fungsi LPS serta program penjaminan simpanan di aula Bank Indonesia, Jumat (14/10).

Seminar bertajuk peran LPS dalam membangun kepercayaan terhadap industri perbankan nasional di era Masyarakat Ekonomi ASEAN bertujuan agar kepercayaan masyarakat kepada dunia perbankan semakin meningkat.

Sekretaris LPS, Samsu Adi Nugroho memandang keberadaan LPS harus diketahui masyarakat untuk meningkatkan kepercayaan nasabah.

Meskipun diakuinya kondisi perbankan di Kalimantan tergolong aman sehingga belum diperlukan adanya perwakilan di daerah.

Dialog seminar yang menghadirkan anggota Komisi XI DPR RI Michael Jeno itu, Samsu mengakui berdasarkan undang-undang, LPS dimungkinkan untuk membuat kantor cabang. Tetapi perlu dilihat cost benefit, manfaat dan lainnya.

Sejauh ini pantauannya se-Kalimantan belum ditemukan adanya perbankan yang bermasalah atau mengalami kebangkrutan. Namun pemantauan terhadap perbankan tetap dilakukan oleh LPS. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Sabtu (14/10/2016).(*) --

52 Atlet Paralimpik Siap Berjuang

PONTIANAK, TRIBUN -Kontingen atlet Nasional Paralympic Committe (NPC) Kalbar berangkat menuju Bandung, untuk berjuang meraih hasil terbaik dalam Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Bandung, Jabar, pada Kamis (13/10).

Kontingen yang diketuai Mustaat Saman ini berkekuatan 52 atlet, 28 official. Sebanyak enam cabang olahraga (Cabor) akan diikuti kontingen Kalbar.

"Kita langsung persiapan menghadapi Peparnas, dimana hampir semua provinsi juga tiba di Bandung," ujar Mustaat Saman kepada Tribun, Kamis (13/10).

Mustaat menyatakan bahwa kondisi atlet secara kesuluruhan siap menghadapi Peparnas.

"Kondisi sejauh ini sehat semua dan semoga saja di Bandung nanti juga demikian. Saya juga terus mengingatkan mereka untuk tetap menjaga kondisi fisik," katanya.

Mengenai target 16 emas dan masuk peringkat 10 besar, Mustaat mengaku cukup optimis. Mengingat persiapan atlet yang dilakukan saat ini cukup ketat demi capaian terbaik.

"Persiapan mereka juga sudah sangat baik dan atlet NPC Kalbar cukup banyak yang menuai prestasi. Ini menjadi bekal yang baik di ajang Peparnas dan untuk mencapai target," tuturnya. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Sabtu (14/10/2016).(*) --

Masuk SMP Mesti Khatam Alquran

PONTIANAK, TRIBUN -Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan, mulai tahun ajaran 2017 Pemkot Pontianak akan mewajibkan pelajar lulusan Sekolah Dasar (SD) untuk mengantongi sertifikat khatam Alquran.

Minimal, pelajar harus memiliki sertifikat khatam Alquran kecil sebagai syarat memasuki ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Sedikit memaksa siswa terutama yang umum ini. Minimal dia harus mempunyai dasar dan pondasi bisa membaca Alquran. Mulai tahun ajaran 2017, akan kita masukan sebagai persyaratan pelajar SD daftar ke tingkat SMP," ujar Edi, Kamis (13/10).

Tujuannya, jelas Edi, agar masyarakat mempersiapkan generasi penerus yang mendalami nilai-nilai sesuai kaidah Islam yang terkandung di dalam kitab suci Alquran.

"Kalau dasar sudah tidak ada, bisa dipastikan moral anak tersebut juga akan rusak. Karena semua pedoman terkandung di dalam Alquran," tegasnya.

Aturan ini, jelasnya, juga diberlakukan agar pelajar sebagai penerus bangsa lebih paham tentang adab dan kesopanan dalam berperilaku di masyarakat.

"Jika pelajar sudah paham dengan syariat Islam ini, saya yakin generasi penerus selanutnya akan luar biasa," imbuhnya.

Edi menyatakan, masa depan Kota Pontianak ke depan, berada di tangan para pelajar. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Sabtu (14/10/2016).(*) --

Tabrak Lari Pelajar SMPN 3 Tewas

SANGGAU, TRIBUN -Kecelakaan di Jl Raya Desa Entakai, Kecamatan Kapuas, merenggut nyawa pelajar SMPN 3 Sanggau, Ahmad Gani (14), Jumat (14/10).

Ketika itu korban mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi, KB 4048 DZ.

Kasat Lantas Polres Sanggau, Iptu Dwi Dio, menjelaskan bahwa korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sesaat setelah ditabrak.

Dijelaskannya, korban diduga bertabrakan dengan sebuah mobil Box, yang lari pasca kejadian.

"Sekarang anggota kita masih mengejar dan melacak, sampai sekarang belum ada kabarnya," ujarnya.

Ditambahkannya juga, anggota di lapangan langsung melakukan razia di jalur arah Pontianak.

Karena, ketika kejadian, diduga korban melaju dari arah Sanggau menuju Sekadau. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Sabtu (14/10/2016).(*) --

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved