Liputan Khusus
Cara Mudah Mendeteksi dan Mengenali Uang Palsu
Selain dengan cara 3D, untuk membuktikan uang palsu, bisa dengan alat bantu sinar ultraviolet dan kaca pembesar.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasir 1 Bank Indonesia Kalbar, Trisno Sumaryadi mengatakan, khususnya bagi masyarakat awam untuk membedakan uang asli dengan palsu dengan menerapkan 3D yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Tidak menggunakan alat, tetapi dengan panca indera yang kita miliki.
Pertama, dengan melihat gambarnya. Kalau uang asli itu warna uang terlihat terang dan jelas. Tidak ada tinta-tinta yang meleber. Kemudian ada yang namanya ovi. Ovi adalah cetakan khusus tepat di sudut kanan bawah lambang Garuda.
"Apabila digoyang ke arah berlainan, warnanya akan berubah dari kehijauan menjadi kuning keemasan. Sementara yang palsu, tidak terjadi peubahan warna," kata Trisno, dilansir dari Tribun Pontianak, Kamis (21/7/2016).

Benang pengaman pada uang asli ditanam atau dianyam pada kertas uang dan tampak sebagai suatu garis melintang.
Pada pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, benang pengaman dapat berubah warna apabila dilihat dari sudut pandang berbeda dan tulisan BI seratus ribu untuk pecahan Rp 100 ribu.
BACA JUGA: Aneh! Uang Mirip Pecahan 50.000 Tercantum 0000000000
Kalau uang palsu seperti ada, tetapi tidak ada. Kabur tulisannya, tidak jelas seperti uang asli. Selain itu, tulisan BI dalam bingkai persegi panjang berbentuk ornamen tertentu, juga dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.
Cetakan berupa garis-garis lurus dalam bidang tertentu, yang apabila dilihat dari sudut pandang tertentu akan menimbulkan efek warna pelangi. Kedua, dengan diraba. Pada tulisan angka 100 ribu, gambar utama, Lambang Burung Garuda, tulisan nominal dan Bank Indonesia akan terasa kasar.

"Ada juga istilahnya blind code (kode tuna netra) untuk mengenal jenis pecahan bagi tuna netra di sudut bawah kiri yang terasa kasar bila diraba," katanya.
Untuk pecahan uang Rp 100 ribu berbentuk bulat berjumlah dua, pecahan Rp 50 ribu berbentuk segitiga, pecahan Rp 20 ribu berbentuk kotak berjumlah dua.
Kemudian, dengan diterawang. Bila diterawangkan ke cahaya, terlihat tanda air di sudut kanan samping gambar Dr Mohammad Hatta untuk pecahan Rp 100 ribu.
BACA JUGA: Berikut Ini Jumlah dan Sebaran Uang Palsu di Seluruh Kalbar
Selain tanda air, ada rectoverso (gambar saling isi) akan membentuk huruf BI. Sementara yang palsu tidak ada.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/uang-palsu_20160721_135112.jpg)