Cuaca Panas Berpotensi Picu Intrusi Air Laut, PDAM Pontianak Maksimalkan Operasional
Cuaca panas yang melanda Kota Pontianak dalam sepekan terakhir dikhawatirkan berdampak pada meningkatnya intrusi air laut
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Menyikapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak memastikan telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
- Direktur Utama PDAM Pontianak, Abdullah, mengungkapkan bahwa suhu panas ekstrem yang terjadi belakangan ini berpengaruh terhadap kondisi sumber air baku.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Cuaca panas yang melanda Kota Pontianak dalam sepekan terakhir dikhawatirkan berdampak pada meningkatnya intrusi air laut ke Sungai Kapuas yang berpotensi menyebabkan air baku PDAM menjadi asin, Selasa 20 Januari 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak memastikan telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Direktur Utama PDAM Pontianak, Abdullah, mengungkapkan bahwa suhu panas ekstrem yang terjadi belakangan ini berpengaruh terhadap kondisi sumber air baku.
"Ya, betul. Memang kemarin ini dalam seminggu ini cuaca sangat panas sekali, sangat keras sekali," ujarnya saat di wawancarai awak media di paraspace Coffee & Eatry, Jl Tanjung Sari.
Abdullah menjelaskan, PDAM Pontianak terus memaksimalkan operasional di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih masyarakat.
"Dan kami pun di PDAM yang melayani masyarakat Kota Pontianak, khususnya untuk air bersih, kebutuhan hari-hari, itu kami maksimalkan operasional kami," katanya.
Menurutnya, kondisi cuaca panas membuat kebutuhan air masyarakat meningkat sehingga pelayanan menjadi harapan utama pelanggan.
Baca juga: Gandeng Gerkatin, Perpustakaan Kota Pontianak Dorong Inklusi Sosial Lewat Pelatihan Buket Bunga
"Karena pada saat inilah kebutuhan masyarakat itu meningkat dan pada saat inilah masyarakat mengharapkan pelayanan kami. Maka kami berusaha semaksimal mungkin, baik dari sumber, dari instalasi, itu kami maksimalkan," jelasnya.
Terkait potensi air asin, Abdullah menyebut intrusi air laut terjadi akibat masuknya klorida dari air laut ke Sungai Kapuas yang dipicu oleh panas dan perubahan iklim.
"Memang kalau kita bicara masalah air asin tadi ya, air asin kan itu ada klorida dari air laut masuk ke Sungai Kapuas. Karena dampak dari panas itu, dampak dari perubahan iklim itu ya," ungkapnya.
Ia menambahkan, jarak instalasi pengolahan air PDAM dengan muara Sungai Kapuas yang relatif dekat turut menjadi faktor risiko.
"Kebetulan juga letak instalasi kami dengan muara itu, itu kurang lebih sekitar 20 sampai 22 kilometer, sangat dekat sekali," ungkapnya.
Abdullah menegaskan, jika cuaca panas berlangsung hingga satu hingga dua bulan ke depan, kualitas air baku akan sangat terpengaruh.
"Sangat dekat sekali, sehingga itu apabila panas sampai berlanjut sampai sebulan, dua bulan, itu sangat mempengaruhi kualitas air baku," katanya.
Meski demikian, PDAM Pontianak berharap dalam waktu dekat akan turun hujan.
| Bupati Satono Buka Seminar Kebangsaan Ikatan Sarjana Katolik, Ajak Perkuat Nilai Persatuan |
|
|---|
| Iswandi Antar Langsung Jemaah Haji Kayong Utara, Pastikan Keberangkatan Berjalan Lancar |
|
|---|
| Ketinggalan KTP Tak Boleh Hambat Layanan, Wali Kota Pontianak Dorong Sistem Digital |
|
|---|
| Kisah Perantau Garut Dorong Gerobak di Sekadau, Bertahan di Tengah Harga Bahan Pokok yang Terus Naik |
|
|---|
| Jembatan Rusak, Warga Teluk Asam Subah Sambas Kesulitan Angkut Hasil Kebun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kondisi-sumber-air-baku.jpg)