Satpam Hentikan Karyawan Penyedot Solar

Aksi yang telah dilakukan sejak akhir April lalu itu ditemukan saat komplotan itu akan menyedot solar dari tangki alat berat milik perusahaan

Penulis: Haryanto | Editor: Arief
Satpam Hentikan Karyawan Penyedot Solar
TRIBUN PONTIANAK/HARYANTO
Petugas Polsek Kapuas, bersama keenam tersangka dan barang bukti solar yang dicuri, di Mapolsek Kapuas, Jumat (21/6/2013) pagi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Satpam PT Zug menghentikan upaya pencurian solar dalam tangki alat berat yang dilakukan komplotan karyawannya yang bekerja sama dengan pihak luar. 

Aksi yang telah dilakukan sejak akhir April lalu itu ditemukan saat komplotan itu akan menyedot solar dari tangki alat berat milik perusahaan, Selasa (18/6/2013) lalu, di Desa Sungai Batu, Kecamatan Kapuas, Sanggau.

Atas aksi itu, perusahaan langsung kemudian melapor ke Polsek Kapuas. Polsekpun mengamankan enam tersangka, masing-masing empat orang operator alat berat, Bd, AY, Hy dan Sp. Sedangkan, dua lainnya bertindak sebagai penadah atau yang biasa menyedot solar, yakni Rd dan Hn.

"Kalau alat berat setiap hari kerja kan biasa makai solar 100 liter. Dalam satu hari kerja itu pasti ada sisanya. Sisanya itu yang ditumpuk di dalam tangki alat berat. Setelah, isinya sekitar 5 sampai 7 jeriken yang ukuran 25 liter di tangki barulah dilakukan penyedotan," jelas Kapolsek Kapuas, AKP Mariko melalui Kanit Reskrim Polsek Kapuas, Bripka Dedi Rustandi, ditemui di Polsek Kapuas, pada Jumat (21/6/2013) pagi.

Koordinator Operator Alat Berat, Sp mengaku, dalam dua pekan biasa hanya satu kali solar baru disedot. Solar itu terkumpul antara 4-7 jeriken. 

"Sebelum-sebelumnya sempat dijual ke warga Sungai Batu. Yang terakhir ini belum dijual karena ditangkap. Biasanya per jeriken dijual Rp 120 ribu. Baginya, Rp 100 ribu untuk operator, Rp 20 ribu untuk yang jual," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved