DPMD Kalbar Sebut 252 Bumdes di Kalbar Aktif

Aminudin mengatakan dari 642 jumlah bumdes yang hanya terdapat 252 di antaranya yang aktif sementara sisanya masih berstatus non aktif

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Tri Pandito Wibowo
NET
Ilustrasi 

DPMD Kalbar Sebut 252 Bumdes di Kalbar Aktif

PONTIANAK - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Aminudin mengatakan dari 642 jumlah bumdes yang hanya terdapat 252 di antaranya yang aktif sementara sisanya masih berstatus non aktif.

"Baru sekitar 40persen Bumdes yang aktif dan Masih banyak Bumdes yang belum bergeliat, oleh karena itu Bumdes yang sudah aktif dan bergerak hari ini kita undang untuk dibekali sejumlah peningkatan kapasitasnya dalam mengelola usaha di desa," ujarnya.

Aminuddin juga menuturkan para pengelola Bumdes yang ada saat ini agar tidak mudah puas. Silahkan terus lakuka pengembangan terhadap potensi usahanya masing-masing.

"Apapun usahnya yang berpotensi untuk berkembang silahkan terus digiatkan. Seperti potensi perikanan, pertanian dan sebagainya. Menyesuaikan selurug potensi lokalnya," ujarnya Selasa (23/4/2019).

Baca: Jarak Tempuh ke Pusat Desa Cukup Jauh, Warga Dusun Sengkarong Ingin Pindah Desa

Baca: Syarat Menjadi Peserta BPJS Kesehatan yang Ditanggung Pemerintah

Baca: Khawatirkan Lucinta Luna Jatuh Cinta Pada Deddy Corbuzier, Sosok Ini Minta Maaf & Takut Diciduk

Lebih lanjut dirinya menuturkan Bumdes juga memiliki peranan terhadap penyaluran prodak khas dari desanya sendiri keluar. Sehingga nilain jual prodaknya akan jauh lebih tinggi dibandingkan hanya dijual di dalam desa saja.

"Bumdes berperan menampung hasil kerajinan masyarakat dan bisa menstabilkan harga," ujarnya.

Harapan besarnya adalah Bumdes yang aktif dan sehat secara keuangan dan menejeman selain memberikan kesejahteran kepada masyarakat, bisa juga memberikan income bagi desa untuk berkontribusi terhadap kas di desa yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan desa.

"Bumdes itu bisa memberikan geliat ekonomi di desa dan hasil keuntuganya bisa dikembalikan di desa untuk membangun desa," ujarnuya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved