Donald Trump Umumkan Rencana Terbitkan Perintah Larangan Terbang Seluruh Boeing 737 MAX 8

"Kami akan menerbitkan perintah larangan darurat bagi penerbangan Boeing 737 MAX 8 dan 737 MAX 9,” jelas Trump kepada awak media di Gedung Putih.

Editor: Jimmi Abraham
(AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR)
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui 

Donald Trump Umumkan Rencana Terbitkan Perintah Larangan Terbang Seluruh Boeing 737 MAX 8

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan rencana larangan terbang bagi seluruh pesawat Boeing 737 MAX 8.

"Kami akan menerbitkan perintah larangan darurat bagi penerbangan Boeing 737 MAX 8 dan 737 MAX 9,” jelas Trump kepada awak media di Gedung Putih.

Sebelumya, Kanada juga telah bergabung dengan negara-negara yang melarang terbang Boeing 737 MAX 8 di wilayah udara negaranya. Menteri Perhubungan Kanada, Marc Gameau mengatakan adanya "pola yang sama” pada peristiwa jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines dan Lion Air.

Baca: LIVE Streaming Liga Eropa Malam Ini - Inter Milan Vs Eintracht Frankfurt, Ini Linknya

Baca: LIVE Streaming Liga Eropa Malam Ini - Dynamo Kiev Vs Chelsea , Ini Link-nya

Baca: LIVE Streaming UEFA Europa League Malam Ini - Arsenal Vs Rannes, Ini Link-nya

Sebanyak 18 warga Kanada menjadi korban jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, pada Senin (11/3) lalu. Angka ini terbanyak kedua setelah korban jiwa dari Kenya.

Boeing kini tengah bergulat menghadapi permasalahan dengan pesawat berpenjualan terbaik mereka. Kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines pada Senin lalu menewaskan 157 orang. Rabu malam (13/3), AS sampaikan keputusan pelarangan tersebut hanya bersifat sementara.

Boeing di bawah tekanan

Produsen raksasa kedirgantaraan ini kini menghadapi tekanan yang makin besar untuk menyelesaikan persoalan keamanan dari pesawat 737 MAX 8 setelah proses regulasi dari Uni Eropa dan Cina yang melarang semua penerbangan jenis pesawat ini.

Baca: Terkait Dugaan Penganiayaan Oleh Oknum Guru, Ini Kata Dewan Sanggau Konggo Tjintalong Tjondro

Baca: Distanakbun Ketapang Respon Positif Upaya Masyarakat Cegah Karhutla

Baca: Guru Honor Kayong Utara Tuntut Honor Total Rp 600 Juta, Pilih Tidur di Kantor Dinas Provinsi Kalbar

Keputusan para regulator ini juga didasari oleh peristiwa serupa yang menimpa pesawat Lion Air di Laut Jawa, Oktober 2018 yang juga berjenis Boeing 737 MAX. Tragedi tersebut berlangsung hanya beberapa saat setelah pesawat tinggal landas, penyebabnya adalah fitur anti-stall di ruang kontrol pesawat.

Namun banyak ahli pesawat terbang mengatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan. Para investigator masih harus menerjemahkan percakapan dari kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines untuk mengetahui kejadian sebenarnya selama penerbangan singkat itu.

Germout Freitag, juru bicara Germany´s Federal Bureau of Aircraft Accident Investigation mengatakan telah menolak permintaan untuk menginvestigasi kotak hitam pesawat Ethiopian Airlines karena adanya perangkat lunak penting yang tidak mereka miliki.

Baca: Lakukan Beragam Pelanggaran di Piala Presiden 2019, Arema FC Diganjar Denda Rp 150 Juta oleh PSSI

Baca: Dapat Atensi Paling Banyak dari Komdis PSSI, Persib Bandung dan Persebaya Didenda Ratusan Juta

Baca: 4 Wakil Indonesia Gagal di Lingshui China Masters, Sabar/Frengky Jadi Harapan Satu-Satunya

Klaim Besar

Boeing tengah menghadapi klaim besar pasca-tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines. Masalah pertama datang dari Norwegian Air yang meminta kompenasasi untuk menutup kerugian serta biaya tambahan akibat diberlakukannya larangan terbang bagi 737 MAX 8.

"Ini sudah cukup jelas bahwa kami tidak akan mau mengeluarkan biaya untuk pesawat baru yang saat ini hanya kami parkir,” kata Bjorn Kjos, CEO Norwegian Air dalam sebuah pesan video. "Kami akan mengirimkan tagihannya kepada produsen pesawat itu,” lanjutnya.

Norwegian Air adalah salah satu maskapai Eropa yang terdampak sangat buruk. Analis dari Bernstein Research, Daniel Roeska mengungkapkan kerugian yang dialami Norwegian Air bisa mencapai 41.000 Euro atau sekitar 661 juta Rupiah per pesawat 737 MAX 8 per harinya. Saat ini ada 18 Boeing 737 MAX yang dimiliki Norwegian Air, sementara sebanyak 92 unit masih dalam pesanan.

Baca: Perang Saudara di Babak Kedua Swiss Open 2019, Rinov/Pitha Menang Straight Game atas Ronald/Anissa

Baca: Kabar Buruk, Sainal Nehwal Derita Penyakit Akut Hingga Gagal Berlaga di Swiss Open 2019

Baca: Bea Cukai Selidiki Dokumen Barang Impor yang Dalam 3 Truk Fuso

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved