Guru Honor Kayong Utara Tuntut Honor Total Rp 600 Juta, Pilih Tidur di Kantor Dinas Provinsi Kalbar

Tiga orang tenaga guru honorer asal Kabupaten Kayong Utara (KKU) tidur di kompleks Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat

Guru Honor Kayong Utara Tuntut Honor Total Rp 600 Juta, Pilih Tidur di Kantor Dinas Provinsi Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA'M NURUL ANSHORY
Guru honorer dari Kayong Utara yang tidur di Dinas Pendidikan Kalbar 

Guru Honor dari Kayong Utara Tuntut Honor Total Rp 600 Juta, Pilih Tidur di Kantor Dinas Provinsi Kalbar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tiga orang tenaga guru honorer asal Kabupaten Kayong Utara (KKU) tidur di kompleks Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat demi menuntut kejelasan terhadap nasib mereka.

Mereka adalah Hendri, Arsidi, dan Jamani dari Forum Guru Honorer (PGH) Kabupaten Kayong Utara mewakili 100 orang guru honorer.

"Kami datang kesini mewakili 100 orang tenaga honor, untuk meminta kejelasan di mana gaji kami sudah tiga bulan tidak dibayarkan, dengan nominal total sekitar Rp 600 juta rupiah," kata Hendri.

Ketua PGH, Hendri, dari SMAN 2 Sukadana, yang sudah 10 tahun menjadi guru honor datang bersama bendahara, Arsidi, S.Sos, dari SMAN 2 Teluk Batang yang sudah 12 tahun menjadi guru honor, serta sekretaris Jamani, SPd.I dari SMKN 1 Sukadana, honor sejak 2011, jadi pendidik sejak 2005.

Baca: 4 Wakil Indonesia Gagal di Lingshui China Masters, Sabar/Frengky Jadi Harapan Satu-Satunya

Baca: Simral Akan Disosialisasikan di Setiap Organisasi Perangkat Daerah di Kubu Raya

Baca: LIVE Streaming UEFA Europa League Malam Ini - Arsenal Vs Rannes, Ini Link-nya

"Kami sudah mendapatkan izin untuk dari pihak sekolah, dan Dinas Pendidikan Kayong Utara, serta pemerintah setempat untuk datang kesini," tutur Hendri.

Hendri mengatakan, jika tidak dipenuhi pihaknya akan menempuh langkah kedua dengan audiensi ke Gubernur Kalbar dan lebih banyak lagi.

"Selama tidak digaji, kami merasa sangat sudah membiayai hidup, sampai ngutang sana sini, belum lagi kredit motor, bayar pajak. Syukur masih dipercaya orang buat pinjam uang, sampai mukat, mancing, mikul kayu, ngenet pickup," tuturnya.

Hendri mengatakan, masalah ini seperti ada pembiaran.

"Saya harap tidak ada anak emas, anak yatim di sini, semua harus rata, kami kerja profesional," katanya.

Hendri mengaku mereka datang menggunakan speed boat dan sudah audiensi dengan pihak Dinas Provinsi Kalbar dan dijanjikan akan dipenuhi tuntutan mereka pada hari Senin atau Selasa pekan depan.

"Mudah-mudahan sesuai janji dari pihak mereka Senin atau Selasa akan dicairkan," ucapnya.

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved