Dibentuk Sejak Mei 2017, Sindikat Milenial Punya Beragam Kegiatan Berikut!

Gusty Enda yang pertama kali menginisiasi komunitas ini bercerita, selama ini Sindikat Milenial menjadi wadah akan praktik-praktik kesenian.

Dibentuk Sejak Mei 2017, Sindikat Milenial Punya Beragam Kegiatan Berikut!
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Komunitas Sindikat Milenial 

Dibentuk Sejak Mei 2017, Sindikat Milenial Punya Beragam Kegiatan Berikut!

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Terbentuk sejak awal Mei 2017, Sindikat Milenial! Punya beragam kegiatan yang diinisiasi secara kolektif oleh para anggotanya.

Gusty Enda yang pertama kali menginisiasi komunitas ini bercerita, selama ini Sindikat Milenial menjadi wadah yang banyak memfasilitasi keinginan akan praktik-praktik kesenian.

Diantaranya melalu Emerging Movement atau forum group diskusi.

Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan hubungan hidup dalam kehidupan dengan menghadirkan ruang pertemuan antara manusia seni, masyarakat, dan kesenian dalam praktek seni pada posisi masing-masing, baik penonton, yang ditonton, dan tontonan.

Baca: Sutarmidji Intruksikan Disdukcapil Tak Mencetak e-KTP untuk WNA

Baca: Cara Para Pemilik Zodiak Mengungkapkan Ketidaksabaran, Mana yang Paling Unik?

Baca: Terpilih Kembali Jadi Ketua Dewan Adat Dayak Kota Pontianak, Ini Program Sekundus Kedepan

Mengajak masyarakat seni dan masyarakat umum secara bersama-sama belajar kekuatan seni melalui sarana dan prasarana praktek seni yang dibuat Sindikat Milenial!

Ada juga pameran dan pertunjukan seni, yang tujuannya untuk mengelola pertumbuhan dan pengembangan kekuatan kreativitas dan keindahan seni, melalui sarana dan prasarana interaksi belajar dan berkarya.
Terakhir menciptakan seni dan ruang publik.

“Kita hidup di era digital dengan ledakan inisiatif dari setiap kabupaten kota di Kalimantan Barat. Mereka mewakili karakter, semangat, dan masa depan setiap generasinya untuk terus menunjukkan eksistensi kota, walau tak banyak yang tahu apa yang mereka perbuat,” ungak Gusty.

Untuk mendefinisikan diri sebagai agen perubahan, mereka merasa perlu mendaur ulang media, karena media akan membentuk masa depan.

“Dan masa depan adalah milik mereka yang mempersiapkannya hari ini. Karena, kami senang menyaksikan ketika sesuatu terjadi diberbagai Kota atau Kabupaten, Khususnya Kalimantan Barat,” kata Gusty.

Maka Sindikat Milenial mengumpulkan kisah dari tiap lembar publikasi digital gerakan yang lahir dari mereka yang kurang terekspose, sehingga setiap orang dapat menerima informasi tentang apa saja yang mereka buat.

Mereka memposting informasi dan cerita untuk mendokumentasikan kisah seniman muda Kalimantan Barat yang menginspirasi dari platform dan media yang mereka buat.

Penulis: Bella
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved