Gemawan Akan Beri Pendampingan Kepada Sekolah-sekolah di Kabupaten Sambas

Untuk tahap pendampingan kita membagi beberapa tahap pertama komunitas sekolah lalu level ke organisasian

Gemawan Akan Beri Pendampingan Kepada Sekolah-sekolah di Kabupaten Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M Wawan Gunawan
Distrik Koordinator Program Pendidikan Inklusif Gemawan, Nurfauziah, Kamis (14/2/2019). 

Gemawan Akan Beri Pendampingan Kepada Sekolah-sekolah di Kabupaten Sambas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS,- Distrik Koordinator Program Pendidikan Inklusif Gemawan Nurfauziah mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan hingga kepada pemerintah.

Menurut Fauziah, saat ini pihaknya telah memberikan tiga model pendampingan. Diantaranya adalah pendampingan komunitas sekolah, pendampingan ke organisasian di internal Gemawan, dan pendampingan kepada pemerintah nantinya.

Salah satu sekolah yang diberikan Pendampingan tersebut adalah SDN 28 Mengkayat, Kecamatan Teluk Keramat.

"Untuk tahap pendampingan kita membagi beberapa tahap pertama komunitas sekolah lalu level ke organisasian dan ke pemerintah," ujarnya, di pertemuan dengan Komunitas Sekolah Tingkat Kabupaten, di Politeknik Negeri Sambas, Kamis (14/2/2019).

Baca: PREDIKSI SKOR Malmo vs Chelsea, Head to Head dan Link LIVE STREAM RCTI Europa League Malam Ini

Baca: Penumpang Lion Air: Pesawat Seperti Jatuh Lalu Terbang Lagi, Tuhan Menyelamatkan Saya

Baca: Enam Calon Hakim MK Tidak Bagus?, Jimly Sebut Hanya Lima yang Kompeten

Baca: TERPOPULER - Mobil Nyaris Terbakar di SPBU Hingga Ustadz Abdul Somad Tak Gunakan Nama Syekh

Ia menjelaskan untuk pendampingan program tersebut saat ini kemauan mengedepankan pendekatan hak Asasi Manusia (HAM).

Menurutnya pendampingan itu dilakukan karena Gemawan tidak menjanjikan bantuan fisik, akan tetapi memberikan pendampingan dalam bentuk peningkatan kapasitas dan pelayanan kepada siswa-siswi di sekolah masing-masing.

"Kita melakukan pendekatan berbasis pendekatan hak asasi manusia mengapa demikian karena Gemawan tidak menjanjikan bantuan fisik. Pendampingan dari Pelayanan adalah peningkatan kapasitas," jelasnya.

"Itu komunitas tersebut dibentuk untuk meningkatkan pendidikan inklusi. sehingga bisa memberi pelayanan juga kepada anak itu difabel. Kita harapkan nanti sekolah bisa meningkatkan kapasitas dan meningkatkan kualitas pelayanannya," sambungnya.

Adapun jumlah sekolah yang diberikan pendampingan Oleh Gemawan dan Yappika pada kesempatan itu terdapat 10 sekolah dari seluruh Kabupaten Sambas.

Halaman
12
Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved